January 3, 2026

Perhatian Buat Para Gen Z ,Suka Healing ke Alam, Hati-Hati Terjebak di Dusun Mayit

Wanitaindonesianews.com, JAKARTA–Setelah sukses melahirkan deretan film box office seperti The Doll, Mata Batin, Sabrina, hingga Indigo, Hitmaker Studios, rumah produksi yang dibangun Rocky Soraya pada  2012, muncul dengan karya terbarunya, berjudul Dusun Mayit.

Diangkat dari thread viral karya JeroPoint, kisah Dusun Mayit   terasa dekat dengan kegemaran Gen Z: healing ke alam, tapi malah kejadian aneh ikut “nebeng”.

Sejak awal berdirinya, Hitmaker Studios memang identik dengan horor berbalut folklore. Tak heran bila karya-karyanya kerap masuk festival, bahkan mencatat rekor
MURI.

Daftarnya panjang: Rumah Kentang, Mall Klender, 308, Tarot, Rumah Gurita,  hingga rilisan terbaru seperti Panggonan Wingit 2: Miss K, Rego Nyowo, dan Getih  Ireng.

Setiap judul punya atmosfer mencekam yang makin mengukuhkan posisi Hitmaker
sebagai trendsetter horor nasional.

 “Kami selalu ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan budaya, tapi tetap relevan  buat penonton sekarang,” ujar Rocky.

Trailer Dusun Mayit  resmi diluncurkan sebulan lalu, tepatnya pada   Sabtu, 15 November 2025 lalu.

Cuplikan dalam trailer terbaru itu langsung memancing rasa penasaran karena nuansanya gelap dan penuh teror.

Berada di bawah arahan sutradara Rizal Mantovani yang dikenal lewat karya horornya.

Sentuhan khasnya terasa kuat di trailer yang penuh atmosfer mistis dan ketegangan.

Kisah  ‘Dusun Mayit’ membawa penonton masuk ke teror Gunung Welirang dan sebuah dusun gaib penuh rahasia.

Dibintangi Amanda Manopo sebagai Yuni, Ersya Aurelia sebagai Nita. Ada juga Fahad Haydra sebagai Aryo dan Randy Martin sebagai Raka.

Film Dusun Mayit dijadwalkan tayang di bioskop mulai 31 Desember 2025, tepat
menjelang liburan akhir tahun.

Sinopsis Dusun Mayit

Aryo,Yuni, Nita dan Raka  adalah 4 mahasiswa yang mendaki Gunung Welirang  untuk mengisi liburan.

Namun, petualangan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika Nita menemukan sesajen di sana dan terjatuh ke sebuah telaga.

Setelah kejadian itu, Nita berubah. Ia menjadi seperti bukan dirinya sendiri, menyeringai seram, dan mengucapkan kata-kata berbahasa Jawa, “Siji, loro, telu… Sing podo teko, lali dalan mulih.”

Khawatir pada keadaan Nita, mereka memutuskan untuk turun dari gunung. Tetapi jalan pulang tidak ketemu. Mereka tersesat.

Jalan seperti berputar di tempat yang sama, hingga mereka bertemu pasar gaib, sosok seram, pagelaran wayang yang janggal, dan ilalang tak berujung yang menjebak mereka.

Dengan bantuan Mbah Surop, seorang kakek misterius, mereka tahu kalau mereka sedang berada di Dusun Mayit, sebuah desa gaib yang menuntut tumbal dan Nita telah ditandai sebagai tumbal.

Akankah mereka bisa menyelamatkan Nita? Akankan mereka bisa pergi dari desa itu
dan pulang dengan selamat? Atau mereka akan terjebak selamanya?

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post