January 19, 2026

Final Trailer Suka Duka Tawa Rilis, Angkat Luka dan Kesempatan Kedua dalam Keluarga


Wanitaindonesianews.com, JAKARTA–Memasuki awal tahun 2026 dan menjelang penayangan film Suka Duka Tawa, BION Studios bersama Spasi Moving Image merilis final trailer yang menampilkan konflik keluarga semakin emosional.

Film karya sutradara Aco Tenriyagelli ini menggambarkan dinamika hubungan orang tua dan anak yang penuh luka, sekaligus membuka ruang bagi kesempatan kedua untuk saling menyembuhkan.

Dalam final trailer Suka Duka Tawa, hubungan Tawa (Rachel Amanda) dengan kedua orang tuanya, Keset (Teuku Rifnu Wikana) dan Cantik (Marissa Anita), ditampilkan secara lebih dekat dan personal.

Trailer ini menggali perasaan-perasaan yang selama ini terpendam dan tak pernah terucap dari seorang anak kepada orang tuanya, serta kerapuhan orang tua yang mulai berani mengakui kesalahan.

Diceritakan bagaimana Cantik menjadi sosok ibu yang sangat protektif karena ketakutannya pada masa lalu, serta perasaan Keset yang sulit diungkapkan saat kembali bertemu dengan Tawa yang telah dewasa.

Setelah sukses menggelar special screening di 15 kota dengan sambutan meriah, penjualan Advance Ticket Sales (ATS) untuk film Suka Duka Tawa yang tayang pada 8 Januari 2026 resmi dibuka mulai hari ini melalui tautan bit.ly/tixsukadukatawa.

Tiket juga dapat dibeli secara daring melalui aplikasi Mtix-XXI, aplikasi dan situs CGV, serta Cinepolis. Selain itu, pembelian tiket tersedia langsung di jaringan bioskop KCM, Sam’s Studios, dan NSC.

Sebelumnya, special screening yang digelar pada 28 Desember 2025 mencatatkan penjualan tiket sold out di banyak kota, menandakan antusiasme tinggi dari penonton Indonesia.

OST Perkuat Lapisan Emosi Trailer
Final trailer Suka Duka Tawa semakin emosional dengan kehadiran OST “Masa Sepi” dari Bernadya dan “Timur” dari The Adams.

Kedua lagu tersebut memperkuat penggambaran perasaan terdalam dalam relasi orang tua dan anak, sekaligus menambah kedalaman emosi cerita.

Aco Tenriyagelli: Ingin Penonton Tertawa Sambil Menangis
Sutradara Aco Tenriyagelli mengungkapkan harapannya agar film ini bisa menyentuh hati penonton secara jujur.

“Lewat film Suka Duka Tawa aku ingin ceritanya sampai ke hati penontonnya. Dengan menceritakan luka secara jujur, aku berharap secara emosi dan komedinya bisa tersampaikan dengan tulus dan memberikan refleksi,” kata Aco Tenriyagelli.

Ia berharap penonton bisa mendapatkan pengalaman unik, tertawa dan menangis secara bersamaan, sekaligus diajak memahami orang-orang di sekitar melalui karakter Tawa.

“Semoga film ini bisa menebarkan cinta dan memberikan harapan-harapan baru di awal tahun 2026,” katanya.

Rachel Amanda Cerita Tentang Karakter Tawa
Rachel Amanda membagikan kisah tentang karakter Tawa yang ia perankan, seorang anak stand up comedy dengan latar keluarga komedian.

“Karakter Tawa itu kan anak Stand Up Comedy, yang Bapaknya merupakan pelawak TV. Secara darah komedinya memang sudah menurun dari sang Bapak,” kata Amanda.

Namun di balik itu, Tawa memiliki luka karena tidak dekat dengan sang ayah, ditinggal sejak kecil, dan merasa tidak pernah dinafkahi. Saat bertemu kembali dengan ayahnya ketika dewasa, Tawa mulai mencoba memahami perjuangan sang ayah dalam meraih mimpi.

“Tawa pun menggunakan humor untuk berdamai dengan apa yang dia alami,” kata Amanda.

Respons Penonton dan Tokoh Publik
Sejumlah tokoh publik yang menyaksikan film ini dalam Gala Premiere turut membagikan kesan mendalam. Gading Marten mengaku sangat tersentuh usai menonton.

“Relate banget. Pas udah pulang, senyum-senyum, ketawa-ketawa, tapi netes air mata,” ungkap Gading.

Sementara Eva Celia menilai film ini memberikan ruang refleksi tentang kehidupan.

“Menyenangkan sekali, ada film yang pada saat bersamaan bisa membuat kita menangis dan menertawakan hidup kita,” ujarnya.

Penonton: Menertawakan Masalah Hidup
Sejumlah penonton dalam special screening di 15 kota juga merasakan pesan kuat dari film ini.

“Setiap masalah itu harus dihadapi tapi juga sambil tertawa, biar ada stress release-nya,” ujar salah satu penonton.

“Kalau tiap punya masalah jangan dipendam, diluapkan aja. Film ini ada ketawanya tapi juga ada pelajaran hidup buat kita,” kata penonton lainnya.

Film Suka Duka Tawa mengajak penonton menghadapi luka masa lalu dengan tawa, sekaligus menyambut tahun baru dengan harapan. Saksikan film Suka Duka Tawa di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post