Wanitaindonesianews.com, JAKARTA – Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Dirzawa Kemenag) Prof. H. Waryono Abdul Ghafur menilai kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI selama 25 tahun telah menunjukkan peran strategis sebagai lembaga yang relevan dan dibutuhkan masyarakat Indonesia, terutama dalam situasi darurat seperti bencana.
Hal tersebut disampaikan Prof. Waryono saat menghadiri peringatan Milad BAZNAS ke-25 yang digelar di Gedung BAZNAS RI, Jalan Matraman, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Waryono menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta berbagai lembaga lainnya dalam mengelola dan memaksimalkan dana umat.
Menurutnya, dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), tetapi juga mencakup sumber-sumber dana sosial lainnya yang berpotensi memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Apresiasi Peran BAZNAS di Situasi Darurat
Prof. Waryono juga memberikan apresiasi terhadap peran BAZNAS yang dinilainya selalu berada di garda terdepan dalam membantu masyarakat, khususnya saat menghadapi kondisi darurat.
“Terima kasih Pak Kiai Noor Rahmat karena BAZNAS selalu, yang hadir menjadi yang terdepan dalam situasi seperti itu. Saya sangat mendukung, mudah-mudahan BAZNAS akan terus mengalami kemajuan dan terus hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujar Prof. Waryono.
MUI Tegaskan Tiga Aspek Penting Zakat
Sementara itu, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof. KH. Asrorun Ni’am Sholeh yang turut hadir dalam Milad BAZNAS ke-25 menegaskan bahwa zakat memiliki tiga aspek penting yang harus dipahami secara utuh.

“Zakat di sisi muzaki adalah kewajiban, tetapi di sisi mustahik adalah hak, sementara di sisi amil adalah amanah,” ujar Prof. Ni’am.
Dorong Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki
Prof. Asrorun Ni’am menekankan pentingnya sinergi antara muzaki, mustahik, dan amil dalam pengelolaan zakat. Ia menegaskan bahwa tujuan utama pengelolaan zakat adalah mendorong kemandirian penerima manfaat.
“Tugas kita adalah memastikan transformasi dari mustahik ke muzaki, sehingga mereka dapat menjadi mandiri dan tidak lagi bergantung pada zakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Ni’am juga mengapresiasi kinerja BAZNAS serta para amil zakat yang dinilainya telah bekerja keras dalam mengelola dana zakat secara amanah..
Ia berharap seluruh pimpinan dan amil BAZNAS yang hadir dalam peringatan Milad ke-25 ini senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
“Selamat milad untuk BAZNAS RI dan semoga seluruh yang hadir di sini mendapatkan berkah,” kata Prof. Asrorun Ni’am.

