January 19, 2026

Menuju Direktur Polimedia 2026–2030, Tiga Kandidat Siap Diuji Mendikti

Wanitaindonesianews.com, JAKARTA — Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) tengah menggelar Seleksi Terbuka Pemilihan Direktur Polimedia Masa Jabatan 2026–2030. Proses seleksi ini telah dimulai sejak 17 November 2025 dan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni Penjaringan (Desember–Januari 2026), Penyaringan (Januari 2026), dan Pemilihan (Januari 2026).

Berdasarkan Surat Pengumuman Nomor 0126/PL27.22/TU.00.01/2026 tentang Hasil Penjaringan Bakal Calon Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif, ditetapkan empat bakal calon direktur Polimedia periode 2026–2030, yaitu Dr. M. Yunus Fitriady, M.M; Dr. Tipri Rose Kartika, M.M; Dwi Riyoni, S.T., M.Ak., Ph.D; dan Dr. Erlan Saefuddin, S.S., M.Hum.

Pada Rabu, 13 Januari 2026, keempat bakal calon tersebut memaparkan visi, misi, serta program kerja di hadapan Senat Polimedia yang dipimpin Ketua Senat Polimedia Nurul Akmalia, S.I.Kom., M.Med.Kom.

Kegiatan ini disiarkan langsung melalui kanal Polimedia TV dan dihadiri dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dari BEM dan HIMA.

Dari pemaparan tersebut, proses seleksi mengerucut menjadi tiga bakal calon yang melaju ke tahap berikutnya.

Visi TOP Dr. M. Yunus Fitriady

Produktivitas dan Tata Kelola Berintegritas
Bakal calon direktur nomor urut 1, Dr. Mochammad Yunus Fitriady, M.M, yang saat ini menjabat Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan, mengusung visi Polimedia menjadi “Talenta Kreatif Unggul, InOvasi Berdampak, Produktivitas & Tata Kelola Berintegritas (TOP)”.

“Saya akan memastikan Polimedia dalam lima tahun ke depan akan TOP. Mengapa saya mengangkat produktivitas karena Polimedia harus menciptakan lulusan yang terserap di dunia industri dan dunia usaha, atau wirausaha. Selain itu, juga peningkatan publikasi dan HKI beserta hak paten-nya. Juga peningkatan pendapatan non UKT,” kata Ketua Senat Polimedia periode 2018–2022 itu.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Yunus merancang lima pilar kinerja, yakni transformasi pendidikan tinggi vokasi industri kreatif, peningkatan kualitas SDM unggul, peningkatan output dan dampak pendidikan vokasi, penguatan relevansi dengan dunia usaha dan industri, serta tata kelola adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Tipri Rose Kartika Lanjutkan Program Polimedia BANGGA dan BISA

Bakal calon direktur nomor urut 2, Dr. Tipri Rose Kartika, S.E., M.M, yang saat ini menjabat Direktur Polimedia, menyampaikan visi melanjutkan Program Polimedia BANGGA dengan penguatan nilai BISA.

Polimedia BANGGA mencakup MemBANGun GAgasan, PengemBANGan KelembaGAan, BANGkit penuh GAirah, BerkemBANG sebagai KeluarGA, serta MenyumBANGkan TenaGA Kerja. Sementara BISA merupakan singkatan dari Beradab, Inovatif, Solidaritas, dan Akuntabilitas.

“Di sini, saya mengajak seluruh sivitas akademika semakin memiliki solidaritas untuk sama-sama memperkuat tanggung jawab untuk mewujudkan hal-hal lain yang belum tercapai. Tanpa adanya kolaborasi dan kerja keras semua pihak, hal itu akan sulit terwujud,” tegas Tipri.

Dalam pemaparannya, Tipri juga menyampaikan capaian selama kepemimpinannya, di antaranya penyelenggaraan seminar internasional pada 2022, peningkatan serapan lulusan dari 70 persen hingga mencapai 90,92 persen pada 2024, peningkatan prestasi nasional dan internasional, serta kerja sama dengan berbagai pihak dalam dan luar negeri, termasuk program pertukaran mahasiswa dengan Korea dan Jerman.

Dwi Riyoni Soroti Mutu Akademik dan Infrastruktur Vokasi

Bakal calon direktur nomor urut 3, Dwi Riyoni, S.T., M.Ak., Ph.D, yang saat ini menjabat Ketua Jurusan Teknik Industri, menyoroti perlunya pembenahan standar mutu akademik, integrasi kurikulum, riset, dan pembelajaran, serta peningkatan fasilitas vokasi modern.

“Kemudian lingkungan fisik kampus belum mendukung experiential learning sebagai inti pendidikan vokasi. Karena kita ada pendidikan vokasi, sehingga kita wajib dan perlu memperhatikan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi dan pengelolaan anggaran yang berorientasi pembelajaran. Visi yang diusungnya adalah menjadikan Polimedia sebagai perguruan tinggi industri kreatif terbaik di Indonesia melalui penguatan pembelajaran vokasional yang relevan, unggul, dan berdaya saing global.

“Saya memiliki visi untuk Polimedia baru yaitu menjadikan Politeknik Negeri Media Kreatif sebagai perguruan tinggi bidang industri kreatif terbaik di Indonesia melalui penguatan kualitas pembelajaran vokasional yang unggul, relevan dengan kebutuhan industri, dan berdaya saing global sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan sumber daya unggul Indonesia Emas 2045 berlandaskan semangat inovasi,” ucapnya.

Erlan Saefuddin Ingin Wujudkan Kampus Inovasi Berdampak

Bakal calon direktur nomor urut 4, Dr. Erlan Saefuddin, S.S., M.Hum, yang menjabat Ketua Jurusan Penerbitan, mengusung visi menjadikan Polimedia sebagai kampus inovasi terkemuka, unggul, dan berdampak.

Ia mengaku terdorong maju karena kegelisahan melihat kesiapan Polimedia menghadapi tantangan era digital dan tuntutan pendidikan vokasi.

“Kemudian ada tuntutan pendidikan vokasi yang harus siap kerja, siap usaha, dan harus berdampak. Ini juga masih menjadi kegelisahan yang harus diatasi pada periode kepimpinan selanjutnya untuk dicapai dengan lebih baik,” terangnya.

Jika terpilih, Erlan menargetkan Polimedia menjadi kampus vokasi unggulan di Asia Tenggara pada 2030.

Tiga Calon Lolos, Siap Hadapi Tahap Akhir

Dari empat bakal calon, seleksi mengerucut menjadi tiga kandidat, yakni Dwi Riyoni, S.T., M.Ak., Ph.D; Dr. M. Yunus Fitriady, M.M; dan Dr. Tipri Rose Kartika, M.M.

Ketiga calon tersebut dijadwalkan memaparkan visi dan misi di hadapan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D pada 20 Januari 2026.

Siapakah yang akan terpilih menjadi Direktur Polimedia periode 2026–2030?

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post