Wanitaindonesianews.com, JAKARTA–Dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggulirkan program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Sepanjang tahun 2025, Baznas berhasil memperbaiki sebanyak 1.240 rumah milik mustahik di berbagai daerah di Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., dalam keterangan tertulis pada Jumat, 2 Januari 2026, mengatakan program RLHB mengedepankan aspek hunian yang layak, aman, dan sehat .
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS RI menggandeng BAZNAS daerah serta bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) guna memastikan kualitas pembangunan dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2025 BAZNAS telah melakukan perbaikan rumah tidak layak huni milik mustahik yang tersebar di 36 provinsi di seluruh Indonesia, dari wilayah paling barat di Provinsi Aceh hingga wilayah paling timur di Provinsi Papua,” ujar Saidah.
Saidah menjelaskan, Program RLHB menyasar keluarga mustahik yang tinggal di rumah dengan kondisi fisik yang membahayakan keselamatan dan kesehatan penghuninya.

“Oleh karena itu, setiap proses perbaikan kami lakukan secara menyeluruh agar rumah yang dibangun benar-benar layak ditempati,” ujar Saidah.
Dalam pelaksanaannya, kata Saidah, BAZNAS juga mempertimbangkan kondisi geografis dan karakteristik wilayah setempat.
Menurutnya, hal tersebut penting agar hasil perbaikan rumah dapat dimanfaatkan secara optimal, sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di masing-masing daerah, dan berjangka panjang.
“Salah satu penerima manfaat Program RLHB ialah Bapak Muhyidin, warga Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Dulu rumahnya hanya berdinding papan kayu, alhamdulilah kini telah selesai diperbaiki BAZNAS dengan menggunakan dinding tembok yang lebih kuat dan aman,” ujar Saidah.
“Dengan kondisi rumah yang lebih kokoh sekarang, Muhyidin dan keluarganya kini tinggal dengan rasa aman, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah tersebut,” tambah Saidah.
Selain di Papua Barat, Program RLHB juga dilaksanakan di wilayah Aceh. Saidah menyebutkan, BAZNAS RI telah menyelesaikan perbaikan sebanyak 27 rumah mustahik di daerah tersebut.

“Proses perbaikan di daerah ini sempat menghadapi hambatan akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Meski demikian, kendala tersebut tidak berdampak signifikan terhadap proses perbaikkan rumah,” jelas Saidah.
“Putusnya akses dan kondisi wilayah yang sempat terisolasi dapat diatasi dengan koordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.
Ke depan, Saidah menegaskan, BAZNAS tetap berkomitmen melanjutkan Program RLHB pada tahun 2026.
BAZNAS juga akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas jangkauan program sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga melalui bantuan rumah layak huni ini dapat membantu para mustahik dalam memenuhi kebutuhan dasar tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik,” kata Saidah.

