Wanitaindonesianews.com, JAKARTA Minuman manis dan segar berbasis es seperti es buah, kolak, hingga es campur masih menjadi favorit masyarakat pada saat berbuka puasa. Kondisi ini menghadirkan peluang besar bagi pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan penjualan selama bulan suci.
Di tengah maraknya tren kuliner viral yang silih berganti, es teler sebagai menu klasik tetap memiliki tempat tersendiri di hati konsumen.
Popularitasnya yang bertahan lintas generasi membuka ruang bagi UMKM untuk berinovasi, menghadirkan kreasi baru tanpa meninggalkan cita rasa autentik yang sudah dikenal luas.
Melihat peluang sekaligus tantangan tersebut, Dairy Champ menegaskan perannya sebagai mitra strategis UMKM kuliner dengan menghadirkan dukungan berbasis solusi, mulai dari pengembangan resep hingga pemilihan bahan baku yang konsisten.

Marketing Manager PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan periode krusial bagi pelaku usaha kuliner.
“Namun, di tengah lonjakan permintaan, pelaku usaha juga harus menjaga konsistensi kualitas agar kepercayaan konsumen tetap terjaga. Kami melihat bahwa UMKM membutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada solusi yang dapat membantu mereka menjaga kualitas dan efisiensi operasional, sehingga dapat terus memenuhi ekspektasi konsumen selama Ramadan,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Chef Martin Praja Hadirkan Es Teler Kekinian
Sebagai wujud komitmen tersebut, Dairy Champ berkolaborasi dengan Chef Martin Praja untuk menghadirkan inovasi menu Ramadan bertajuk “Es Teler Milky Pudding Juara.”
Kreasi ini mengadaptasi es teler klasik dengan sentuhan modern, tanpa menghilangkan karakter rasa yang sudah akrab di lidah masyarakat.
Menu ini dirancang agar mudah diaplikasikan oleh pelaku UMKM maupun skala rumahan, dengan proses yang praktis serta sesuai dengan preferensi konsumen masa kini.
Chef Martin Praja menilai es teler tetap menjadi salah satu takjil favorit setiap Ramadan.
“Untuk menghasilkan rasa yang autentik dan konsisten, pemilihan bahan baku yang berkualitas dan stabil sangat penting. Menurut saya, Dairy Champ dapat menghadirkan rasa yang lebih konsisten, creamy, dan seimbang, sehingga hasil akhir mudah dikontrol, baik untuk kebutuhan rumahan maupun produksi UMKM selama Ramadan,” jelasnya.
Lonjakan Permintaan Ramadan Tantang Konsistensi Rasa
Tantangan menjaga konsistensi rasa di tengah peningkatan permintaan juga dirasakan langsung oleh Influencer sekaligus Pemilik Bittersweet by Najla, Najla Bisyir. Ia menyebut Ramadan sebagai periode paling menantang bagi pelaku usaha kuliner.
“Tantangan bagi kami adalah bagaimana menjaga rasa tetap konsisten saat terjadi lonjakan permintaan. Sebab di saat yang sama, konsumen semakin kritis, terutama di era layanan pesan-antar dan ulasan digital,” ungkapnya.
Menurut Najla, sedikit perubahan rasa dapat berdampak langsung pada persepsi konsumen.
“Untuk itu, selain layanan, konsistensi rasa dan standar produksi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Sekali kualitas menurun, dampaknya bisa langsung terasa pada reputasi dan performa penjualan,” lanjutnya.
Resep dan Kompetisi Ramadan Dorong Kreativitas UMKM
Dairy Champ menegaskan perannya dalam membantu UMKM kuliner menghadapi tantangan industri, mulai dari efisiensi produksi hingga penguatan inovasi menu agar tetap kompetitif.
Sejalan dengan komitmen tersebut, Dairy Champ membagikan resep “Es Teler Milky Pudding Juara” melalui akun Instagram @dairychamp.id serta menggelar Dairy Champ Ramadan Recook Competition yang berlangsung pada 11 Februari 2026 hingga 15 Maret 2026.
Mengangkat menu tersebut sebagai inspirasi utama, kompetisi ini mengajak peserta berkreasi menggunakan kental manis dan susu evaporasi Dairy Champ.
Tiga juara utama berkesempatan memenangkan hadiah eksklusif, serta tersedia 20 hadiah hiburan sebagai bentuk apresiasi bagi partisipan terpilih.

