February 4, 2026

Z-Talk BAZNAS RI: Zakat Bukan Sekadar Filantropi, tapi Arsitektur Ekonomi Nasional

Wanitaindonesianews.com, JAKARTA – Guna memperkuat literasi publik terhadap zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar  forum Z- Talk dengan media massa pada Senin, 2 Februari 2026 di Gedung Baznas RI, Jakarta Timur.

Forum ini rutin digelar sebagai salah satu upaya membangun narasi zakat sebagai arsitektur pembangunan nasional, bukan sekadar aktivitas filantropi.

Z-Talk merupakan agenda tatap muka antara pimpinan BAZNAS RI dengan praktisi serta pimpinan media massa. Forum ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi, sekaligus memperkuat sinergi antara BAZNAS dan insan pers.

Melalui tema: Zakat Menguatkan Indonesia, acara tersebut dihadiri Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A., Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin, publik figur Fairuz A. Rafiq, serta wartawan media nasional dan mahasiswa.

Strategi Penghimpunan Zakat Berbasis Komunikasi dan Digitalisasi
Dalam forum tersebut, Rizaludin Kurniawan memaparkan strategi penghimpunan zakat yang terus diperkuat BAZNAS RI melalui komunikasi yang masif, berkelanjutan, dan perluasan kanal pembayaran.

Saat ini, BAZNAS RI telah bekerja sama dengan lebih dari 120 kanal digital, puluhan perbankan, serta membangun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai komunitas, platform, dan institusi pendidikan.

“Perbaikan menyeluruh dari sisi layanan dan komunikasi berdampak pada meningkatnya retensi donatur. Dalam dua tahun terakhir, tingkat retensi donatur yang sebelumnya berhenti dapat dijaga hingga sekitar 60 persen,” kata Rizaludin.

Penyaluran ZIS Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa optimalisasi penghimpunan zakat harus sejalan dengan penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang tepat sasaran dan berdampak nyata.

Ia menyoroti masih besarnya tantangan kemiskinan di Indonesia dengan jumlah penduduk miskin sekitar 25,4 juta jiwa, terutama pada kelompok miskin ekstrem.

Saidah menambahkan, tujuan utama seluruh program BAZNAS adalah mendorong mustahik keluar dari garis kemiskinan dan bertransformasi menjadi muzaki secara berkelanjutan.

Media Dinilai Berperan Strategis Menarasikan Zakat sebagai Solusi Ekonomi
Pemimpin Redaksi Kompas.com Amir Sodikin menilai zakat memiliki posisi strategis dalam sistem ekonomi modern karena berfungsi sebagai instrumen distribusi kekayaan yang mampu mencegah ketimpangan sosial.

Menurutnya, zakat tidak hanya berfungsi menggugurkan kewajiban agama, tetapi menjadi mekanisme aktif dalam mengalirkan likuiditas langsung ke masyarakat bawah.

“Zakat adalah arsitektur ekonomi yang sejak awal dirancang untuk menghindari ketimpangan. Dalam Islam, distribusi kekayaan tidak menunggu trickle down effect, tetapi diwajibkan mengalir langsung dari pemilik modal kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Amir.

Ia juga menekankan pentingnya peran media dalam membangun kepercayaan publik terhadap zakat sebagai solusi pembangunan sosial-ekonomi.

“Kepercayaan publik lahir dari narasi yang kuat dan konsisten. Program-program BAZNAS yang menyasar kemiskinan ekstrem, penguatan ekonomi, hingga mendorong mustahik naik kelas harus terus dikomunikasikan secara luas,” tambahnya.

Media dan Zakat Sama-sama Bertumpu pada Kepercayaan Publik
Senada, Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin menyampaikan bahwa media dan lembaga filantropi memiliki kesamaan peran utama, yakni membangun dan menjaga kepercayaan publik.

Ia menilai zakat merupakan potensi sosial besar yang dapat menjadi sistem distribusi keadilan, instrumen penguatan ekonomi umat, sekaligus pilar ketahanan sosial nasional.

“Media tidak cukup hanya meliput, tetapi juga perlu bertransformasi menjadi penggerak kesadaran publik. Zakat harus diposisikan sebagai solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi,” kata Andi.

Melalui forum Z-Talk ini, BAZNAS RI dan insan media sepakat memperkuat kolaborasi strategis dalam membangun narasi zakat yang berdampak, inklusif, dan relevan dengan tantangan pembangunan nasional.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post