Jakarta —Arsip Nasional Republik Indonesia (ARSIP) menggelar Festival Memori Kolektif Bangsa (MKB) 2025 bertema ‘Merawat Ingatan, Menginspirasi Masa Depan’. Pada festival kali ini jejak-jejak perpindahan ibukota negara dari Batavia (Jakarta) ke Nusantara di Kalimantan Timur menjadi sorotan utama.
Festival MKB 2025 dibuka oleh Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito, pada Kamis, 18 Desember 2025.
Mego mengatakan menelusuri peristiwa melalui arsip sebagai upaya menghadirkan perspektif sejarah yang utuh mengenai perjalanan pusat Pemerintahan Indonesia.
“Arsip-arsip tersebut merekam proses perencanaan, dinamika kebijakan, serta konteks sosial dan politik yang melatarbelakangi perubahan pusat pemerintahan dari masa ke masa. Arsip tentang jejak ibukota negara menghadirkan gambaran utuh mulai dari Batavia, Jakarta, hingga rencana dan realisasi pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN),” ungkap Mego, disela-sela acara.
Arsip perpindahan ibu kota tidak hanya memuat keputusan administratif, tetapi juga mencerminkan tantangan tata kota, kepadatan penduduk, risiko bencana, serta visi pembangunan jangka panjang negara.
ANRI menghimpun dan menyusun arsip tersebut dalam bentuk naskah sumber arsip agar mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat, akademisi, serta pengambil kebijakan.

“Arsip menjadi sumber pembelajaran penting untuk melihat kesinambungan sejarah sekaligus memahami alasan strategis di balik pemindahan ibu kota negara,” paparnya.
Lewat Festival MKB 2025, ANRI berupaya memperkuat memori kolektif bangsa agar masyarakat tidak melihat pemindahan ibu kota sebagai peristiwa yang terpisah dari sejarah sebelumnya.
Selain itu arsip perpindahan ibu kota juga diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perencanaan pembangunan kota dan kebijakan publik di masa mendatang.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen ANRI untuk terus menggali, melestarikan, dan memanfaatkan arsip strategis nasional guna memperkuat identitas bangsa serta kesinambungan sejarah Indonesia,” lanjut Mego.
Arsip Konservasi Prasasti Yupa Muara Kaman Raih Nominasi MKB 2025
Dalam penyelenggaraan MKB 2025 kali ini, ANRI telah memverifikasi sejumlah arsip yang bermuatan sejarah perjalanan bangsa. Pada tahap I ANRI berhasil ditetapkan 11 arsip sebagai calon nominasi, hingga berlanjut ke tahap II, Arsip Prasasti Yupa masuk sebagai salah satu nominasi yang paling diunggulkan.
Wakil Ketua Dewan Pakar MKB Imam Gunarto menyampaikan penetapan Arsip Konservasi Prasasti Yupa Muara Kaman dari Kutai Kartanegara sebagai salah satu peraih nominasi Memori Kolektif Bangsa (MKB) 2025 Tahap II dan memperoleh pengakuan nasional sebagai bagian penting warisan sejarah bangsa.
Bupati Kutai Kartanegara dr Aulia Rahman menyambut gembira atas ditetapkannya Prasasti Yupa sebagai salah satu MKB.
“Sejarah dan budaya menjadi salah satu kekuatan kami. Makna prasasti Yupa merupakan hal penting bagi kami sebagai warisan untuk diketahui untuk anak-anak kami. Terimakasih kepada ANRI yang telah mendukung kami dan melakukan pendampingan pada kami,” kata Aulia.
Sebagai informasi, Arsip Prasasti Yupa yang dikenal sebagai bukti peradaban tertua di Nusantara telah melalui verifikasi dan proses registrasi MKB 2025.
Tahap ini menjadi penentu sebelum penetapan resmi nominator oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara teleah memperkuat dukungan publik melalui berbagai kegiatan budaya, termasuk penyelenggaraan Festival Memory of Yupa 2025.
Hingga November 2025, ANRI mencatat bahwa Arsip Prasasti Yupa merupakan salah satu kandidat yang paling aktif dan progresif dalam proses nominasi.
Melalui keikutsertaan dalam Festival MKB 2025, Pemkab Kukar menegaskan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, dan mempromosikan warisan sejarah Kutai sebagai pusat peradaban awal di Nusantara.
Pemerintah daerah berharap proses verifikasi tahap kedua berjalan lancar dan menghasilkan pengakuan nasional bagi Arsip Prasasti Yupa.

