Wanitaindonesianews.com, JAKARTA–Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus ungkapan rasa syukur atas peran strategis zakat dalam memperkuat kesejahteraan umat dan pembangunan nasional.
Mengambil tema “Zakat Menguatkan Indonesia”, acara tasyakuran berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026 secara sederhana namun penuh kekeluargaan dengan dihadiri Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Ph.D., Dirjen Bimas Islam, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag., Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam, serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI Periode 2021–2025.

Turut hadir jajaran Pimpinan BAZNAS RI lintas periode, mulai dari Pimpinan Periode 2015–2020, 2008–2015, hingga 2001–2007. Selain itu, pimpinan dan amil BAZNAS Provinsi, Kabupaten, dan Kota dari seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan ini secara daring.
Zakat Jawab Tantangan Besar Bangsa
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa tema
“Zakat Menguatkan Indonesia” merefleksikan kontribusi nyata zakat dalam menjawab berbagai persoalan besar bangsa, seperti kemiskinan, kebencanaan, kebodohan, dan ketertinggalan yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.
“Jika yang kita kumpulkan (zakat) semakin banyak, maka yang dapat kita distribusikan juga akan semakin banyak. Dengan begitu, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kita kuatkan,” ujar Kiai Noor.
Potensi Zakat Nasional Capai Rp1.273 Triliun
Kiai Noor menambahkan, kekuatan zakat terletak pada potensi penghimpunannya yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan yang pernah disampaikan di hadapan Presiden bersama Menteri Agama, potensi zakat nasional diperkirakan mencapai Rp1.273 triliun.

“Apabila potensi tersebut dapat terkumpul setengahnya saja, maka persoalan umat sudah bisa diselesaikan dan Indonesia akan menjadi sangat kuat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kiai Noor menuturkan bahwa selama 25 tahun perjalanan BAZNAS, kinerja lembaga ini terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berbagai prestasi berhasil diraih secara berkelanjutan dan berkembang dari waktu ke waktu.
“Hal ini menunjukkan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang diberkahi dan diridai. Seluruh insan di dalamnya bekerja dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan amanah untuk umat,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS terus meningkat.
“Meski terdapat perbedaan capaian di setiap periode kepemimpinan, seluruh prestasi tersebut saling berkesinambungan dan tidak terputus,” lanjutnya.
Jumlah Muzaki Masih Perlu Diperluas
Meski demikian, Kiai Noor mengingatkan bahwa kekuatan zakat di Indonesia belum sepenuhnya optimal.
Dari sekitar 260 juta penduduk Muslim di Indonesia, jumlah muzaki yang terdata baru sekitar 6 juta orang. Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas kontribusi zakat dalam penguatan Indonesia.
Zakat Menguatkan Indonesia sebagai Gerakan Bersama
Pada peringatan HUT ke-25 ini, Kiai Noor mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Zakat Menguatkan Indonesia sebagai gerakan bersama, bukan sekadar slogan.
Ia menegaskan bahwa dengan kebersamaan, kepercayaan publik, dan pengelolaan yang berkelanjutan, zakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya.

