Wanitaindonesianews.com, BANDUNG — Kegiatan Silaturahim Pelaku UMKM Bandung–Cimahi dalam Gerakan UMKM bersama Melly Goeslaw Corner (Balad Melly) digelar dalam rangka kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) pada Minggu, 25 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang temu lintas sektor yang mempertemukan pelaku UMKM, komunitas lingkungan, serta pemangku kepentingan lokal guna mendorong transformasi UMKM yang ramah lingkungan, inovatif, dan berkelanjutan.
Pada sesi pertama, kegiatan mengangkat topik “UMKM Bandung–Cimahi Membangun Usaha Ramah Bumi” yang dikemas dalam format silaturahim dan dialog terbuka.
Diskusi berlangsung dengan konsep duduk melingkar tanpa podium, melibatkan pelaku UMKM kuliner, fesyen, kriya, hingga pengelola bank sampah.

Format ini dirancang untuk menciptakan suasana dialog yang setara, partisipatif, dan berorientasi pada solusi. Para peserta berbagi pengalaman terkait penggunaan kemasan ramah lingkungan, pengelolaan limbah usaha, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam aktivitas UMKM sehari-hari.
Aspirasi yang disampaikan pelaku UMKM Bandung–Cimahi dalam sesi ini turut dihimpun sebagai bahan perumusan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat sekaligus pelestarian lingkungan.
UMKM Greenmovement: Dari Limbah ke Karya Bernilai
Sesi kedua mengangkat tema UMKM Greenmovement dengan topik “Daur Ulang Jadi Produk Kreatif: Dari Limbah ke Karya Bernilai”.
Sesi ini menegaskan peran strategis UMKM sebagai garda depan pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pengurangan sampah sekali pakai serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.
Dikatakan Melly , adanya bencana alam di sejumlah daerah di Indonesia, menyadarkan kita semua untuk lebih aware lagi terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Saya senang dapat berdiskusi disini dengan UMKM yang berhasil membuat produk dari limbah. Semoga ini menginspirasi kita semua,” ungkap Melly.
Silaturahim pada sesi ini melibatkan pelaku industri pendukung, mulai dari penyedia kemasan ramah lingkungan, UMKM kuliner yang mulai beralih ke kemasan berkelanjutan, UMKM fesyen dan kriya berbasis daur ulang, hingga UMKM berbasis komunitas.

Praktik Nyata Daur Ulang oleh Pelaku UMKM
Sejumlah pelaku UMKM Greenmovement turut menghadirkan praktik nyata pengolahan limbah menjadi produk kreatif.
Di antaranya @newhun.recycle yang memanfaatkan limbah singkong berupa air pati menjadi kantong plastik ramah lingkungan BEDA PLA.
Selain itu, terdapat pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromatherapy oleh BIOMOL BTC-NYALI, serta pemanfaatan tumbuhan dan tanaman menjadi souvenir kreatif oleh pengrajin disabilitas Cemara Paper.
Beragam UMKM lainnya juga menunjukkan inovasi serupa dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
UMKM Sebagai Solusi Ekonomi dan Lingkungan
Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama bahwa UMKM tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi bagian penting dari solusi lingkungan.
Melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan ekonomi sirkular di tingkat daerah, UMKM Bandung–Cimahi diharapkan mampu tumbuh berkelanjutan sekaligus berkontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan.

