Wanitaindonesianews.com, JAKARTA–Khanaan brand busana modest wear dan adi busana Indonesia, tampil memukau di perhelatan Garis Poetih 2026. Diatas runway yang disulap dalam suasana perjamuan nan mewah, Khanaan menampilkan koleksi terbaru bertajuk Smaranaa.
Desainer sekaligus Founder dan Creative Director Khanaan, Khanaan Shamlan menjelaskan Smaranaa, berasal dari bahasa Sanskerta, bermakna ingatan, kenangan, dan memori yang hadir kembali di dalam hati.
“Sebuah refleksi akan rasa yang tersimpan, tentang momen yang pernah ada, dan kehangatan yang selalu kembali saat Hari Raya,” ungkap Khanaan Shamlan, di City Hall Pondok Indah Mall, akhir pekan lalu.

Menurut Khanaan, setiap koleksi merupakan sebuah perjalanan kembali ke akarnya, sebagai penegasan ulang atas gaya autentik yang terus berkembang dengan bersumber pada dirinya sendiri, namun tetap berpijak kuat pada realitas.
Terdiri dari 36 koleksi mewakili kisah di mana kemurnian dan ketepatan garis dilembutkan melalui pilihan material yang terasa lembut saat disentuh, seperti tulle, silk, organza, dan linen.
Khanaan menambahkan koleksi hari raya ini masih terinspirasi dari archive collection Khanaan sebelumnya, namun diolah ulang melalui perspektif baru yang lebih lembut dan kontemporer.

Pada peragaan kali ini, Khanaan sukses menggabungkan keindahan visual dekorasi dengan kehangatan suasana berkumpul, menciptakan pengalaman fashion show yang personal.
Untuk itu Khanaan berkolaborasi dengan sejumlah brand untuk mendukung dekorasi panggungnya, antara lain dengan Furniture by @viverecollection, table setting @haifabisyir.design, desserts @heavenlytastedesserts. Tak hanya itu dia juga berkolaborasi dengan Wardah dan brand tas @ella.glo.
“Koleksi ini menjadi perjalanan waktu—menghidupkan kembali siluet, detail, dan karakter khas Khanaan, Draperi sulaman floral, garis batik halus, dan layering diterjemahkan ulang namun dengan pendekatan yang lebih ringan, segar, dan relevan dengan masa kini,” lanjut Khanaan.
Menggunakan Tulle dan Organza sutra alami sebagai modest fashion yang berakar pada alam, menghadirkan kemewahan lembut, dengan filosofi keberlanjutan dan keanggunan alami.

Melalui palet warna yang hangat, material yang breathable, serta permainan tekstur yang halus, Smaranaa merepresentasikan pertemuan antara masa lalu dan masa kini.
Sehingga setiap desain membawa narasi memori yang tidak hanya dikenang, tetapi dirayakan kembali melalui imajinasi baru.
“Lebih dari sekadar busana, Smaranaa adalah tentang kehangatan kebersamaan keluarga di Hari Raya—momen berkumpul, berbagi cerita, dan merasakan kembali rasa pulang. Koleksi ini dirancang untuk menemani setiap perayaan dengan kenyamanan, keanggunan, dan kedalaman emosional yang menjadi esensi Khanaan,” tutur Khanaan.
“Smaranaa mengajak kita untuk mengingat, merasakan, dan merayakan kembali memori
yang membentuk kita—dalam balutan Raya yang penuh makna. “Modern meets Memory” – “Modern beauty born from archival dreams”, lanjutnya.
Sebelum ditampilkan di Garis Poetih 2026, KHANAAN Smaranaa, pertama kalinya di showcase-kan di pameran international, ATAYA di Abu Dhabi.
Kehadiran KHANAAN Smaranaa menjadi wujud komitmen brand dalam menghadirkan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga memiliki makna.
“Setiap karya dirancang untuk perempuan yang ingin tampil percaya diri, berkelas, dan tetap relevan dengan gaya hidup masa kini,” pungkas Khanaan.

