JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Internasional 2026, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa edukasi rehabilitasi medik bagi pasien kanker di kawasan Car Free Day Jalan Jenderal Soedirman, Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan bertema ‘From Challenge to Change: Demonstrating Impact’ ini menyasar penyintas kanker dan masyarakat umum, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya rehabilitasi medik dalam pemulihan fungsi tubuh pasien kanker.
Wakil Ketua Bidang Humas dan Pengabdian Masyarakat PERDOSRI, dr. Eliana Sungkar, menjelaskan bahwa kanker dapat menimbulkan berbagai gangguan fungsi tubuh, mulai dari mobilisasi hingga komunikasi.
“Penanganannya bisa melalui latihan, pemberian obat-obatan tertentu sesuai kebutuhan, serta penggunaan alat bantu atau ortosis. Biasanya dokter rehabilitasi bekerja sama dalam tim multidisiplin,” ujarnya.
Ia menambahkan, rasa nyeri dan kelelahan yang dialami pasien kanker sering membuat mereka kurang beraktivitas fisik sehingga memperburuk kondisi.
“Bisa juga tidak nafsu makan dan sebagainya. Walaupun kalau faktor karena tidak nafsu makan, mungkin ada faktor lain,” tambahnya.
Peserta Ikuti Konsultasi dan Pemeriksaan Fisik
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 100 peserta mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari fun games bertema kanker dan rehabilitasi, sesi konsultasi, hingga pemeriksaan fisik yang mencakup fleksibilitas, postur tubuh, dan breath count untuk menilai kemampuan respirasi.

Peserta yang hadir mayoritas orang dewasa, tidak hanya pasien kanker tetapi juga masyarakat umum yang ingin memahami pentingnya rehabilitasi medik.
Sosialisasi Rutin untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat
Sebanyak 34 dokter terlibat dalam kegiatan ini di berbagai titik pemeriksaan. PERDOSRI berharap melalui sosialisasi rutin, masyarakat semakin memahami peran dokter rehabilitasi medik dan mengetahui langkah yang harus diambil jika mengalami gangguan fungsi akibat kanker.
Ke depan, PERDOSRI berencana mengadakan kegiatan serupa sekitar tiga kali dalam setahun di berbagai kota di Indonesia guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap rehabilitasi medik bagi pasien kanker.

