March 18, 2026

Ajinomoto Kurangi 1.736 Ton Plastik di 2025, Perkuat Program Lingkungan dan Edukasi Pengelolaan Sampah


Wanitaindonesianews.com, JAKARTA — Volume sampah plastik nasional diproyeksikan mencapai 9,9–12,4 juta ton per tahun pada 2025 atau sekitar 13,98% dari total timbulan sampah, berdasarkan proyeksi World Bank. Menyikapi tantangan tersebut, Grup Ajinomoto Indonesia memperkuat komitmen lingkungan melalui berbagai inisiatif berkelanjutan.

Melalui konsep Ajinomoto Health Provider, perusahaan mengintegrasikan program lingkungan yang sejalan dengan tujuan untuk memperkuat kesejahteraan berkelanjutan bagi manusia, masyarakat, dan bumi.

Salah satu langkah utama dilakukan melalui inovasi kemasan produk yang lebih ramah lingkungan.

Sejak 2020, Ajinomoto telah menerapkan penggunaan material daur ulang, kemasan mono-material, serta pengurangan ketebalan kemasan guna menekan penggunaan plastik.

Ajinomoto juga menjadi perusahaan pertama yang menghadirkan kemasan MSG berbahan kertas melalui AJI-NO-MOTO® Paper Packaging, yang mampu mengurangi penggunaan plastik hingga 30%.

Selain itu, inovasi pada produk lain turut memberikan dampak signifikan. Produk Masako® melalui gerakan “No Inner Plastic” dan pengurangan bagian kemasan berhasil menghemat plastik sebesar 8,4%, sementara Sajiku® dengan kemasan mono-material mengurangi penggunaan plastik hingga 9,5% per kemasan.

Secara keseluruhan, berbagai inovasi tersebut memungkinkan Ajinomoto mengurangi penggunaan plastik hingga 1.736 ton pada tahun 2025.

Dukung Target Nasional Pengurangan Sampah
Upaya ini menjadi bagian dari dukungan terhadap regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta target nasional pengurangan sampah plastik hingga 30% pada 2029/2030.

Ajinomoto juga memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk startup pengelolaan sampah Rekosistem melalui penyediaan fasilitas waste station di Surabaya dan Mojokerto.

Selain itu, perusahaan bekerja sama dengan sejumlah bank sampah di Jakarta Timur, Bekasi, Karawang, Mojokerto, dan Surabaya, serta TPS 3R di beberapa wilayah untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Dari berbagai inisiatif tersebut, Ajinomoto berhasil menangani 352 ton sampah sepanjang tahun 2025.

Edukasi Lingkungan Lewat Program Greenducation
Ajinomoto juga menekankan pentingnya edukasi dalam keberhasilan program keberlanjutan. Melalui program Berseri (Bersih dan Sehatkan Negeri) dan Greenducation, perusahaan mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah.

Program ini telah menjangkau 2.400 peserta dari komunitas, sekolah, dan pelaku usaha seperti warung makan. Ajinomoto juga menyediakan fasilitas drop box untuk memudahkan pengumpulan kemasan produk.

Edukasi tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga karyawan secara nasional, dengan penekanan pada pemilahan sampah menjadi tiga kategori: organik, anorganik, dan residu.

Komitmen Berkelanjutan untuk Lingkungan
Head of Corporate Communication PT Ajinomoto Indonesia, Grant Senjaya, menegaskan bahwa perusahaan terus memperluas dampak program keberlanjutan yang dijalankan.

“Untuk mempersiapkan Indonesia yang lebih baik, kami terus memperluas dampak Ajinomoto Health Provider tidak hanya melalui edukasi mengenai gizi seimbang, tetapi juga melalui pembentukan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Kami berharap inisiatif ini dapat berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sehat. Ajinomoto juga berharap rangkaian program ini dapat memberikan dampak nyata, mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk menghadirkan inovasi dan kolaborasi yang berkelanjutan,” ujar Grant Senjaya.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post