May 31, 2026

Acha Septriasa Dirikan Avarta Media, Siap Debut Sutradara Lewat Film 9 Aku, Love Heals

JAKARTA – Aktris ternama Indonesia, Acha Septriasa, resmi memperluas kiprahnya di industri perfilman dengan mendirikan rumah produksi bernama Avarta Media bersama dua sahabatnya, Arya Dharma dan Ardi Dharma.

Langkah ini menambah daftar artis Indonesia yang beralih profesi ke balik layar sebagai produser, sutradara, maupun pemilik rumah produksi.

Melalui Avarta Media, Acha ingin terlibat lebih jauh dalam proses kreatif perfilman, mulai dari pengembangan cerita hingga penyutradaraan.

Menurut Acha, Avarta Media tidak dibangun semata untuk mengejar jumlah penonton, melainkan menghadirkan karya yang memiliki kedalaman cerita, relevan dengan kehidupan masyarakat, serta mampu bersaing di pasar maupun festival film.

“Kita dalam berkarya punya goals ingin menyampaikan cerita-cerita yang autentik yang mewakili dan mewakili generasi-generasi dan tentunya nggak hanya cerita yang kita create sendiri. Tapi dari novel-novel yang sudah populer yang mempunyai fanbase-nya juga,” ungkap Acha dalam peluncuran Avarta Media di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Sabtu, 30 Mei 2026.

Siapkan Dua Proyek Film Perdana
Dalam peluncurannya, Avarta Media langsung mengumumkan dua proyek besar yang tengah disiapkan, yakni film “9 Aku, Love Heals” dan adaptasi novel “Satine” karya Ika Natassa.

Dari kedua proyek tersebut, “9 Aku, Love Heals” menjadi sorotan utama karena akan menjadi film pertama produksi Avarta Media sekaligus debut Acha Septriasa sebagai sutradara.

Film ini diangkat dari kisah nyata seorang perempuan bernama Wella yang hidup dengan Dissociative Identity Disorder (DID) atau gangguan identitas disosiatif.

Cerita tersebut mengangkat berbagai persoalan, mulai dari kesehatan mental, konflik keluarga, hingga perjuangan meraih pendidikan tinggi.

“Avarta Media akan mengeluarkan first IP kita, judulnya 9 Aku, Love Heals. Kita join dengan Kanaya Film dan punya cerita ini langsung ketemu sosok Wella. Dia teman kita dan emang ceritanya sangat inspiratif. Dia dari kecil semasa sekolah mengalami DND (DID). Tapi drama keluarga yang kita angkat,” papar Acha.

Acha Septriasa bersama kedua rekan bisnisnya: Arya dan Ardi Dharma serta Ika Natassa, penulis novel Satine (foto: ist)

Proses Pengembangan Film Sudah Dimulai Sejak 2025
Acha mengungkapkan bahwa proyek “9 Aku, Love Heals” telah melalui proses pengembangan yang cukup panjang. Naskah film tersebut mulai dikerjakan sejak 2025 dan mengalami berbagai tahap revisi sebelum siap memasuki proses produksi.

“Persiapannya sudah dari 2025 dan skripnya sudah berdraft-draft. Mudah-mudahan akhir tahun kita akan syuting pertama project Avarta Media. Kita inginnya buat karya yang nggak sekadar laris manis di market, tapi juga bisa mewakili cerita orang-orang di luar sana,” tuturnya.

Acha mengaku tertarik menyutradarai film tersebut karena ingin mengangkat tema cinta tanpa syarat atau unconditional love yang menurutnya sangat kompleks untuk divisualisasikan ke dalam film.

“Aku ingin spill kenapa ada kata-kata love heals. Karena kehidupan seseorang kan up and down. Ini jadi kesempatan saya buat menunjukkan kepada filmmaker bahwa menunjukkan unconditional love itu rumit,” katanya.

Ia berharap film tersebut mampu menghadirkan ruang refleksi bagi penonton yang sedang menghadapi berbagai persoalan hidup.

“Kita percaya, membuat orang jadi feel seen, tidak sendirian, dan mereka jadi punya keinginan mencari tahu tentang diri mereka. Niatnya tulus banget dan ingin masyarakat related,” lanjut Acha.

Kisah Nyata Wella Sudah Lama Ingin Diangkat ke Layar Lebar
Cerita Wella yang menjadi inspirasi film “9 Aku, Love Heals” ternyata telah lama direncanakan untuk diadaptasi ke layar lebar.
Imelda, pemilik kisah yang kemudian dikembangkan menjadi film, mengaku telah berupaya mencari rumah produksi yang tepat sejak 2017.

Menurutnya, perjalanan hidup Wella menyimpan banyak pesan penting yang layak diketahui masyarakat.

Tantangan terbesar dalam pengembangan cerita muncul ketika tim kreatif menyusun alur narasi. Sebab, Wella memiliki sembilan kepribadian berbeda yang membuat sejumlah peristiwa dalam hidupnya tidak selalu diingat oleh sosok utama.

Adaptasi Novel Satine Angkat Isu Urban Loneliness
Selain film “9 Aku, Love Heals”, Avarta Media juga mengumumkan proyek adaptasi novel “Satine” karya Ika Natassa.

Berbeda dengan proyek sebelumnya yang berfokus pada kesehatan mental dan keluarga, “Satine” akan mengangkat fenomena urban loneliness atau kesepian yang banyak dialami masyarakat perkotaan.

Acha menilai tema tersebut sangat relevan dengan kehidupan modern saat ini.

“Ini cerita yang sangat dewasa, mengangkat urban loneliness. Semua orang pernah alami sendiri deh. Pernah merasa sukses tapi kok hampa. Jadi Satine ini ceritanya tentang itu,” kata Acha.

Meski sejumlah artis telah menunjukkan minat untuk memerankan karakter utama, Acha mengaku masih mencari sosok yang benar-benar sesuai dengan karakter Satine.

“Jujur setelah bikin cerita Satine ada beberapa artis yang hubungin aku, ‘ini buat gue ya’. Aku deal aja belum loh. Aku ingin karakter perempuan yang kuat tapi memiliki sisi fragile,” ungkapnya.

Menurut Acha, proyek adaptasi novel tersebut juga menjadi tantangan tersendiri karena karya-karya Ika Natassa sebelumnya telah memiliki basis pembaca yang besar.

“Ini juga jadi proyek yang menantang mengingat sudah banyak novel Mbak Ika yang rilis,” kata Acha.

Bidik Karya Berkualitas untuk Festival dan Pasar Film
Melalui dua proyek perdananya, Avarta Media menunjukkan komitmen untuk menghadirkan film-film yang tidak hanya memiliki potensi komersial, tetapi juga menyajikan cerita yang kuat dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

Dengan debut penyutradaraan Acha Septriasa melalui “9 Aku, Love Heals” serta adaptasi novel “Satine”, Avarta Media menargetkan karya yang mampu diterima pasar sekaligus memiliki kualitas untuk bersaing di festival film.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post