June 1, 2026

UNJ Gelar Pelatihan Angklung Metode Kodály Berbasis Teknologi di SMAN 1 Rancaekek, Tingkatkan Kemampuan Musikal Siswa

Wanitaindonesianews.com, BANDUNG – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar pelatihan angklung berbasis metode Kodály bagi siswa SMAN 1 Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Program yang diikuti 43 siswa ini bertujuan meningkatkan kemampuan musikal peserta didik melalui pendekatan pembelajaran inovatif yang terintegrasi dengan teknologi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas yang mengusung tema “Pelatihan Metode Kodály Berbasis Teknologi pada Pembelajaran Seni Budaya.”

Program dipimpin oleh Dr. Auliya Ayu Annisa, M.Pd bersama anggota tim Dr. Tuti Tarwiyah Adi, M.Si dan Dra. Lucy Martiati Nasution, M.Pd, yang seluruhnya merupakan akademisi Universitas Negeri Jakarta.

Kembangkan Pembelajaran Musik Tradisional Berbasis Teknologi
Dr. Auliya Ayu Annisa menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengembangan bahan ajar musik rakyat sebagai bagian dari metode Kodály yang terintegrasi dengan teknologi pembelajaran.

Padahal, menurutnya, kekayaan musik tradisional Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi media pembelajaran yang efektif sekaligus menarik bagi generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi bekerja sama dengan guru Seni Budaya SMAN 1 Rancaekek, Raka Anugrah, S.Pd, untuk memberikan pelatihan bermain angklung menggunakan prinsip-prinsip metode Kodály.

Metode yang dikembangkan oleh pendidik musik asal Hungaria tersebut menekankan pembelajaran melalui pengalaman langsung, penggunaan lagu rakyat, solmisasi, ritme, dan isyarat tangan atau hand sign.

Pelatihan Secara Sistematis dan Terukur
Program pelatihan dirancang melalui sejumlah tahapan mulai dari need assessment, penyusunan kriteria program, pre-test, training and development, penyusunan konten pembelajaran, penerapan prinsip belajar, pengembangan keterampilan dan pengetahuan peserta, hingga evaluasi akhir.

Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan siswa sekaligus menghasilkan dampak pembelajaran yang terukur.

Selama pelatihan, siswa diperkenalkan pada berbagai komponen utama metode Kodály, seperti movable do solfège, rhythmic syllable, hand sign, serta penggunaan lagu rakyat Indonesia sebagai media pembelajaran.

Pembelajaran angklung inovatif dengan Metode Kodály berlangsung sangat menyenangkan (foto: ist)

Dua lagu daerah yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Tokecang dan Boneka Abdi.

Kedua lagu dipilih karena memiliki karakter musikal yang dinilai efektif untuk melatih kemampuan ritmik dan melodi siswa.

Penggunaan Hand Sign Jadi Pengalaman Baru bagi Peserta
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah penggunaan hand sign atau isyarat tangan saat memainkan angklung.

Bagi sebagian besar siswa, metode tersebut merupakan pengalaman baru yang membuat proses belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

“Seru sekali karena baru pertama kali bermain angklung dengan panduan isyarat tangan. Jadi lebih mudah memahami nada dan kapan harus memainkan angklung,” ungkap salah satu peserta pelatihan.

Tingkatkan Pemahaman Musik dan Kepercayaan Diri Siswa
Hasil pelatihan menunjukkan bahwa implementasi metode Kodály mampu membantu siswa memahami unsur-unsur dasar musik secara lebih efektif.

Peserta tidak hanya belajar memainkan alat musik tradisional angklung, tetapi juga memahami ritmik, melodi, teknik permainan, hingga meningkatkan rasa percaya diri saat tampil di depan orang lain.

Tim pengabdi menilai bahwa integrasi metode Kodály dengan pembelajaran musik tradisional memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus memperkuat apresiasi siswa terhadap budaya lokal.

Penggunaan lagu rakyat sebagai materi utama juga menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Indonesia melalui dunia pendidikan.

Hasilkan Publikasi Ilmiah dan HKI Lagu Tokecang
Selain memberikan manfaat langsung kepada peserta, program Pengabdian kepada Masyarakat ini juga menghasilkan sejumlah luaran akademik.

Luaran tersebut meliputi publikasi pada jurnal pengabdian kepada masyarakat, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk musik iringan lagu Tokecang, serta video pelatihan yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan referensi bagi guru maupun peserta didik.

Melalui kegiatan ini, tim dosen Universitas Negeri Jakarta berharap metode Kodály dapat menjadi salah satu alternatif pendekatan pembelajaran musik yang efektif di lingkungan sekolah.

Selain mampu meningkatkan kemampuan musikal siswa, metode ini juga membuka peluang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran seni budaya yang lebih kreatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

Keberhasilan pelatihan di SMAN 1 Rancaekek menunjukkan bahwa pembelajaran musik berbasis budaya lokal yang dipadukan dengan pendekatan pedagogis yang tepat dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan kompetensi sekaligus karakter siswa.

Dengan demikian, metode Kodály dinilai mampu menjadi pendekatan pembelajaran angklung yang efektif dalam meningkatkan kemampuan musikal peserta didik sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post