June 6, 2026

Musikal Senja Teduh Pelita Hadir Juli 2026, Jakarta Movin dan MALIQ & D’Essentials Angkat Isu Masa Depan Bumi

Wanitaindonesianews.com, JAKARTA – Jakarta Movement of Inspiration (Jakarta Movin) berkolaborasi dengan grup musik MALIQ & D’Essentials dan didukung oleh Indonesia Kaya menghadirkan pertunjukan Musikal Senja Teduh Pelita yang akan dipentaskan pada 3–12 Juli 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki.

Pertunjukan ini menjadi karya terbaru Jakarta Movin yang dikenal konsisten menghadirkan musikal berkualitas sejak didirikan oleh Nuya Susantono dan Farras Safira pada 2014.

Mengusung konsep musikal science fiction futuristik, Senja Teduh Pelita mengangkat cerita tentang harapan, keberanian, dan perjuangan generasi muda menghadapi dunia yang berada di ambang kehancuran akibat berbagai krisis global.

Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, mengatakan pertunjukan ini menghadirkan pengalaman yang dekat dengan berbagai generasi melalui adaptasi lagu-lagu MALIQ & D’Essentials.

“Mengadaptasi lagu-lagu MALIQ & D’Essentials yang kaya akan pesan tentang kehidupan, harapan, dan kemanusiaan, pertunjukan ini menghadirkan pengalaman yang dekat dengan berbagai generasi penonton. Kami bangga dapat mendukung karya yang lahir dari kolektif seni pertunjukan yang secara konsisten membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat, belajar, dan berkarya. Upaya seperti ini sangat penting untuk mendorong semakin banyak talenta muda berpartisipasi dalam dunia seni pertunjukan, sehingga ekosistem seni pertunjukan Indonesia dapat terus tumbuh, berkelanjutan, dan melahirkan karya-karya berkualitas di masa depan,” ungkap Billy.

Cerita Futuristik tentang Harapan di Tengah Krisis Global
Musikal Senja Teduh Pelita membawa penonton ke masa depan ketika dunia mengalami kehancuran akibat perubahan iklim, pengelolaan energi yang tidak berkelanjutan, pandemi, hingga peperangan antarnegara.

Dalam kondisi tersebut, populasi manusia menurun drastis, sumber daya alam semakin langka, dan seluruh orang dewasa menghilang secara misterius, meninggalkan anak-anak untuk menghadapi dunia yang mereka warisi.

Tokoh utama bernama Arah bersama sembilan anak yang tergabung dalam Pasukan Pelita memulai perjalanan mencari harapan baru bagi masa depan umat manusia.

Masing-masing anggota memiliki kemampuan berbeda, mulai dari ahli sejarah, listrik, astronomi, tumbuhan, konstruksi, hingga musik.

Dua Versi Karakter Utama Hadir di Atas Panggung
Produser sekaligus sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, menjelaskan bahwa karakter Arah dan Kala akan diperankan dalam dua versi berbeda.

“Arah adalah sosok yang tetap percaya pada kebaikan dan cinta, bahkan ketika dunia di sekelilingnya seolah sudah berhenti peduli. Karakter Arah dan temannya Kala ini akan diperankan oleh dua orang dengan gender yang berbeda, yaitu versi laki-laki dan versi perempuan. Secara esensi, mereka menjalani perjalanan yang sama, tetapi masing-masing membawa getaran dan emosi yang berbeda. Kami memberi ruang bagi para pemain untuk menghadirkan warna mereka sendiri, sehingga penonton akan mendapatkan dua pengalaman yang unik dan penonton bisa merasakan dua sisi Arah dan Kala yang sama-sama kuat. Harapannya, siapa pun yang menonton bisa menemukan dirinya dalam karakter ini, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Nuya.

20 Lagu MALIQ & D’Essentials Jadi Penggerak Cerita
Pertunjukan ini mengadaptasi 20 lagu MALIQ & D’Essentials yang telah menemani perjalanan musik Indonesia selama lebih dari dua dekade.

Beberapa lagu yang dihadirkan antara lain Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan Pulang, hingga sejumlah lagu dari album terbaru Begini Begitu.

Lagu-lagu tersebut menjadi bagian penting dalam membangun emosi, konflik, dan perjalanan para tokoh sepanjang pertunjukan.
Personel MALIQ & D’Essentials, Angga Puradiredja, mengaku bangga melihat karya-karya grup musiknya diadaptasi menjadi pertunjukan musikal.

“Selama lebih dari dua dekade berkarya, kami melihat lagu-lagu MALIQ & D’Essentials tumbuh bersama banyak generasi pendengar. Namun kami tidak pernah membayangkan lagu-lagu tersebut suatu hari dapat berkembang menjadi sebuah pertunjukan musikal dengan cerita yang begitu kuat dan relevan. Musikal Senja Teduh Pelita menghadirkan perspektif baru terhadap karya-karya kami, dan hal itu menjadi sesuatu yang sangat kami apresiasi. Menyaksikan lagu-lagu yang selama ini hidup melalui rekaman dan panggung konser diterjemahkan ke dalam sebuah narasi yang utuh di atas panggung musikal merupakan pengalaman yang membahagiakan sekaligus membanggakan bagi kami. Bagi MALIQ & D’Essentials, kolaborasi ini bukan sekadar adaptasi lagu ke medium yang berbeda, tetapi juga sebuah kesempatan untuk melihat musik kami hidup, bergerak, dan menemukan makna baru di hadapan penonton,” ujar Angga.

Tiket Presale Ludes, Jadwal Pertunjukan Ditambah
Tingginya minat penonton membuat tiket Presale BCA tahap pertama dan kedua habis terjual hanya dalam hitungan hari.

Karena antusiasme tersebut, jadwal pertunjukan yang semula hanya berlangsung pada 3–5 Juli 2026 diperpanjang hingga 12 Juli 2026.

Selain menghadirkan hiburan keluarga, Musikal Senja Teduh Pelita juga membawa pesan penting mengenai keberlanjutan lingkungan dan masa depan bumi.

Pertunjukan ini turut bekerja sama dengan lembaga pengelolaan sampah sebagai bagian dari aksi nyata menjaga lingkungan.

Dengan perpaduan musik, teater, visual futuristik, dan isu global yang relevan, Musikal Senja Teduh Pelita diharapkan menjadi salah satu pertunjukan musikal Indonesia yang memberikan pengalaman reflektif sekaligus inspiratif bagi penonton lintas generasi.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post