WanitaIndonesiaNews.com, JAKARTA- Seiring mulai dibuka kembali bioskop untuk pecinta film Indonesia, akhir tahun yang identik dengan libur sekolah agaknya anak-anak akan dihibur dengan film ‘Sepeda Presiden’, karya sutradara kondang Garin Nugroho.

 

 

Lewat acara Media Conference dan Syukuran Produksi Film “Sepeda Presiden”
karya Garin Nugroho, Radepa Studio mengajak kembali masyarakat untuk kembali ke
bioskop dengan tentunya mengikuti protokol kesehatan, menyiapkan aplikasi Peduli Lindungi,
bermasker dan tetap menjaga jarak.

Sederet aktor ternama Indonesia ikut membintangi film “Sepeda Presiden”, seperti Ariel
Tatum, Sita Nursanti, Ian William, Joanita Idol dan anak-anak asli Papua: Arnol Aner
Asmuruf sebagai Saulus, Elias Fortunatus Padwa sebagai Edo dan Franken Philipus
Anthonio Ramandei sebagai Uben, yang cerdas dan berbakat.

Film “Sepeda Presiden” menggandeng Swastika Nohara yang dipercayakan sebagai penulis skenario dan Kakak Bona selaku penulis lagu dan original soundtrack film ini.

Kecintaan terhadap dunia anak, musik dan budaya Indonesia, membawa produser Avesina
Soebli kembali membuat sebuah film dengan tema anak dan budaya Indonesia, khususnya
budaya Papua.

“Cerita anak-anak Papua selalu kaya, unik dan menarik untuk diangkat. Menarik karena
cerita mereka kaya oleh khazanah kehidupan sebagaimana alam menumbuhkannya,”
ungkap Avesina Soebli, produser film “Sepeda Presiden” dari rumah produksi Radepa Studio.
Hal serupa juga dirasakan oleh Garin Nugroho yang didaulat menjadi sutradara film “Sepeda
Presiden” ini.

Berkali-kali mengunjungi Papua sama sekali tak mengurangi kekagumannya
akan keindahan tanah Papua beserta bakat-bakat yang dimiliki para sahabat Papua ini.
Justru semua ini memberi inspirasi besar bagi seorang Garin Nugroho untuk menggarap film
ini bersama-sama Hestu Saputra yang menjadi Co-director di film “Sepeda Presiden” ini.

“Papua adalah sebuah sumber spirit, sumber talenta akting, tari dan nyanyi, serta
kegembiraan,” ujar Garin Nugroho yang baru saja mempertunjukkan karya teaternya
berjudul “Planet, A Lament” – sebuah nyanyian tentang alam dari Melanesia dan
berkeliling Australia, Belanda hingga Jerman.

Film “Sepeda Presiden” adalah representasi dari kisah mimpi dan harapan anak-anak
Indonesia. Mengangkat cerita tentang impian kebanyakan anak-anak Indonesia untuk bisa
memiliki kebahagiaan yang sama dimiliki oleh saudara-saudara yang lainnya yang memiliki
kelimpahan informasi dan segala kemudahan yang dinikmati oleh anak-anak metropolitan.
“Sepeda Presiden” juga merupakan film tentang literasi. Literasi digital maupun literasi
informasi.

“Sepeda Presiden adalah film anak dan keluarga yang penuh dengan kelucuan, kegembiraan
dan lagu – lagu indah serta peristiwa kemanusiaan yang hangat. Inilah kekuatan Papua
seperti Mob mereka yang selalu ditampilkan secara kocak dan gembira. Bakat menyanyi dan
alam mereka membawa kegembiraan hidup dalam alam yang indah,” begitu gambaran
Garin Nugroho tentang film “Sepeda Presiden” dengan anak-anak Papua yang akan
ditampilkan dalam film ini.

“Cerita anak Papua yang berbicara tentang Papua tidak banyak. Cerita impian-impian anak
Papua juga terbatas tersampaikan.

Disinilah “Sepeda Presiden” mengangkat kisah anak- anak Papua dengan segala aspek kehidupan mereka,” ucap Avesina yang sudah memproduseri sederet film anak-anak, seperti Laskar Pelangi (2008), Garuda di Dadaku (2009), Ambilkan Bulan (2012), Sepatu Dahlan (2014) dan beberapa film lainnya Perahu Kertas (2012), Madre (2013), Toba Dreams (2015), Hujan Bulan Juni (2017), Serigala Langit
(2021).

“Mengapa Sepeda Presiden? Karena visual Presiden dan sepedanya itu boleh dibilang sangat
catchy. Itu menjadi peristiwa budaya yang menarik dan secara sosial melahirkan partispasi
dan viral. Demikian juga dengan peristiwa pertemuan presiden dengan berbagai anak
Indonesia berkait hadiah sepedanya melahirkan beragam kekocakan yang menjadi
perbincangan dan viral. Menjadi viral layaknya kisah rakyat hari ini. Inilah awal inspirasi film
ini,“ lanjut Avesina.

Keindahan alam pulau Papua akan menjadi pemandangan yang menyejukkan mata
sepanjang menonton film “Sepeda Presiden” ini. Proses syuting rencananya akan dilakukan
selama bulan oktober 2021 dan mengambil lokasi di Sorong dan Raja Ampat.