Menular Lewat Hubungan Seksual, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tidak Mengidap Hepatitis B

Gohappylive.com, JakartaTak banyak yang tahu, penyakit Hepatiti B dan C ditularkan melalui media darah. Ini artinya, penyakit ini bisa ditularkan lewat hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang dipakai bersama, bahkan ditularkan dari ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya. Nah lho.

Bahayanya, dalam jangka panjang, penyakit Hepatitis B dan C dapat menyebabkan sirosis (pengerasan) hati dan selanjutnya dapat berubah menjadi kanker hati. Karena itulah, Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Juli menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai penyakit Hepatitis, baik hepatitis A, B, maupun C Apalagi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menargetkan Indonesia bebas Hepatitis pada 2020.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, di Indonesia, Hepatitis B memiliki jumlah penderita terbanyak. “ Ada 7,1% penderita Hepatitis B. Sementara penderita Hepatitis C 1% dari 250 juta penduduk Indonesia atau 2,5 juta orang dan 92% cenderung diderita para pengguna narkotika suntik. Dari jumlah tersebut, diperkirakan hanya 3.000 orang yang menyadari dan berusaha mendapatkan pengobatan,” kata dr. Wiendra Waworuntu dalam diskusi bertema Peranan Uji Diagnostik dalam Memerangi Hepatitis yang digelar Philips Indonesia, akhir pekan lalu.

Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, dr. Irsan Hasan, SpPD-KGEH mengungkapkan, memang angka penularan Hepatitis B melalui hubungan seksual kecil, hanya 3-5%, “Tetapi meski begitu tetap harus berhati-hati bila berhubungan seksual dengan penderita Hepatitis B dan C. Untuk amannya gunakan kondom. Tetapi untuk suami istri, jelas tidak bisa punya anak bila pakai kondom terus,” jelas dr.Irsan.

Deteksi Dini dan Vaksinasi

Karena itu, untuk pencegahan penularan, Presiden Direktur Philips Indonesia Suryo Suwignjo menegaskan perlunya upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan deteksi dini, terutama pasangan yang akan menikah. “Tidak semua orang siap melakukan deteksi dini Hepatitis B dan C, tetapi ini penting untuk upaya pencegahan penularan dan pengobatan bila terdeteksi menderita Hepatitis B atau C,” tegas Suryo.

Untuk pencegahan penularan, dr. Irsan Hasan menganjurkan vaksinasi Hepatitis B bagi pasangan yang akan menikah. “Hepatitis B bisa dicegah dengan vaksinasi. Sedangkan Hepatitis C belum ada vaksinnya. Vaksinasi Hepatitis B harus dilakukan sebanyak 3 kali dan dilakukan paling lambat dua bulan sebelum pernikahan,” tegas dr. Irsan Hasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *