Mahasiswi ITB Menang di Ajang Kompetisi Desain Arsitektur Internasional ‘MCSC”

WIN.Com, JAKARTA–Saint- Gobain Group, perusahaan asal Perancis yang fokus  mendorong konstruksi berkelanjutan (sustainable construction) dan wujudkan dunia sebagai tempat yang nyaman untuk ditinggali (making the world a better home),di era pandemi ini tetap menyelenggarakan  ajang Multi Comfort Student Contest (MCSC). MCSC. Yakni sebuah kompetisi desain arsitektur internasional yang didasarkan pada prinsip-prinsip Program Multi Comfort Saint-Gobain yang bertujuan mengajak para generasi muda bergerak bersama melalui inovasi desain arsitektur.

 

MCSC telah diikuti oleh lebih dari 2.200 siswa di 35 negara. Tahun ini, para pemenang dari
berbagai negara akan mendesain proyek revitalisasi di Saint-Denis, Perancis dengan
menggunakan produk-produk Saint-Gobain Group.

Di Indonesia, MCSC sudah dilaksanakan
sejak 1 Maret – 15 Desember 2020 diikuti 84 partisipan dari berbagai universitas di Indonesia.
Setelah melalui tahap penjurian yang ketat, para juri yang terdiri dari beberapa arsitek
kenamaan Indonesia memilih “Re(Bond)ir”, karya mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pemenang pertama.

Pemenang nasional ini akan mewakili Indonesia ke ajang Internasional Perancis yang direncanakan pada 9-12 Juni 2021.

Pada konferensi pers dilaksanakan secara daring menghadirkan arsitek antara lain Sibarani Sofyan, ketua IAI Jakarta yang juga merupakan juri MCSC Deni Desvianto, Dekan Sekolah Arsitek ITB Sri Maryati dan pemenang Multi Comfort Student Contest (MCSC) yang menjelaskan upaya dalam mewujudkan konstruksi berkelanjutan hingga pengalaman berkontribusi dalam ajang desain arsitektur Internasional.

MCSC sendiri telah diselenggarakan dari tahun 2004 dan diikuti oleh 35 negara. Selanjutnya, pemenang MCSC akan dikirim menjadi perwakilan Indonesia untuk bertanding kembali dengan para juara tingkat regional lainnya di Perancis.

Saint- Gobain Group, perusahaan asal Perancis yang telah berdiri lebih dari 350 tahun, selalu
berupaya untuk memberikan yang terbaik melalui produk hingga kontribusinya bagi sekitar,
salah satunya melalui penyelenggaraan Multi Comfort Student Contest (MCSC). MCSC
adalah kompetisi desain arsitektur internasional yang didasarkan pada prinsip-prinsip
Program Multi Comfort Saint-Gobain yang bertujuan mengajak para generasi muda bergerak bersama melalui inovasi desain arsitektur.

MCSC telah diikuti oleh lebih dari 2.200 siswa di 35 negara. Tahun ini, para pemenang dari
berbagai negara akan mendesain proyek revitalisasi di Saint-Denis, Perancis dengan
menggunakan produk-produk Saint-Gobain Group.

Tujuan utama Saint-Gobain yaitu making the world a better home merupakan ambisi bersama untuk menjadikan dunia lebih indah dan nyaman dihuni dalam wujud aktivitas sehari-hari.

Melalui MCSC, proses inovasi yang berkelanjutan dengan produk Saint-Gobain harapannya dapat memberikan performa dan keamanan sekaligus menjawab tantangan konstruksi yang berkelanjutan, efisiensi sumber daya serta perubahan iklim.

Ivana Ijaya, Managing Director Saint-Gobain Indonesia mengungkapkan inisiatif yang
telah dilakukan Saint-Gobain untuk mendukung konstruksi berkelanjutan merupakan
komitmen global yang menjadi DNA perusahaan,

“Kami adalah perusahaan internasional dan
multi-lokal yang terintegrasi penuh ke dalam wilayah tempat kami beroperasi untuk
mendukung vitalitas bersama dengan semua pemangku kepentingan untuk membantu
mewujudkan dunia yang lebih adil dan lebih berkelanjutan” pungkas Ivana

Sementara Apsara Herman, National Marketing Director Saint Gobain Indonesia
menyatakan Multi Comfort Student Contest (MCSC) merupakan bentuk Saint-Gobain
memfasilitasi anak muda Indonesia untuk berinovasi.

“Peran para pemuda menjadi salah
satu harapan besar bagi Saint-Gobain untuk mendorong sustainable construction,
pembangunan yang berwawasan lingkungan, sejalan dengan produk-produk kami yang
diciptakan sebagai material ramah lingkungan” ujar Apsara.

Menurut Sibarani Sofian ST, M.Arch, arsitek pendiri Urban+ yang juga dikenal sebagai
pemenang Kontes Desain Ibu Kota Negara (IKN) “Negara Rimba Nusa” memiliki pandangan
sendiri terhadap konsep Urban Planning dan Sustainability Construction.

“Perencanaan kota berkelanjutan berarti adanya keseimbangan antara elemen lingkungan, sosial, dan ekonomi yang sesuai dengan kebijakan nasional yaitu mendukung kesejahteraan masyarakat” ujar Sibarani.

Dalam forum ini, cerita lain datang dari juri MCSC, Moehamad Deni Desvianto, ST yang
juga ketua IAI Jakarta tentang alotnya penjurian yang dilakukan

“Tidak mudah bagi juri menentukan pemenang MCSC. Karya peserta dengan ide kreatif khas orang muda yang out of the box sekaligus memenuhi tujuan sustainable construction adalah pilihan kami” jelas Deni.

Tahun ini, para pemenang dari
berbagai negara akan mendesain proyek revitalisasi di Saint-Denis, Perancis dengan
menggunakan produk-produk Saint-Gobain Group.

MCSC telah menjadi sebuah wadah yang bermanfaat dalam mengasah keterampilan untuk
mahasiswa jurusan arsitektur dan desain interior. Hal ini terbukti dari kisah pemenang tahun
ini, yaitu Selvia dan teman-temannya dari ITB yang mengusung Re(bond)ir.

Penghargaan yang diterima oleh pemenang membuktikan usaha mereka yang pantang menyerah dalam berkarya. Tak hanya itu, Selvia juga mengungkapkan bahwa Re(bond)ir turut mendukung efisiensi energi dengan upaya mengurangi emisi karbon sehingga konsep sustainable lifestyle dapat terwujud di kawasan tersebut.

Tentunya hal ini merupakan suatu kebanggaan, para peserta yang masih berstatus
mahasiswa namun mampu menghasilkan karya yang dapat diakui di kancah nasional dan
akan mewakili Indonesia di ajang Internasional.

Dr. Sri Maryati, ST, MIP, Dekan Sekolah
Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan menyatakan rasa bangganya
atas prestasi mahasiswanya dan mengajak agar para civitas akademik untuk terus
mendukung mahasiswa mengeksplorasi bakat terbaiknya untuk menjadi arsitek berwawasan
lingkungan.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *