Hadir di Ajang IFW 2024, Desainer Julie Kaimuddin Perkenalkan 3 Motif Tenun Khas Konawe

WanitaIndonesianews.com, JAKARTA– Ajang Indonesia Fashion Week 2024 (IFW) Ke- 11 digelar meriah di Jakarta Convention Center, Jakarta. Berlangsung sejak 27 – 31 Maret 2024 IFW mempersembahkan beragam karya berbagai wastra warisan budaya Indonesia.

 

Sepanjang pelaksanaan IFW 2024 akan menampilkan 300 perancang busana, 18 slot pagelaran busana, 400 booth, exhibitor, talkshow, trunk-show, dan juga berbagai UKM kuliner.

Jum’at, 29 Maret 2024, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara tampil memukau di ajang pekan mode terbesar itu.

Ini adalah kali pertama Dekranasda Konawe turut serta dalam gelaran fashion show dengan menampilkan tiga motif tenun terbaru, Pine Wine Mbae atau bunga padi, Peto Tono atau motif orang-orangan sawah dan Pine ta Ulumbaku atau bunga pakis.

Ketua Dekranasda Konawe, Trinop Tijasari Harmin mengatakan melalui wadah IFW dapat membangun spirit para pengrajin dan dapat meningkatkan Industri UMKM di bidang fashion.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan IFW 2024. Alhamdulillah Kabupaten Konawe dapat turut serta dan ini merupakan kali pertama. Tadi kita menampilkan tiga motif tenun terbaru, yaitu berupa bunga padi, bunga pakis dan orang-orangan sawah,” ungkap Trinop Tijasari Harmin Ramba , usai fashion show.

Terkait filosofi bunga padi, Trinop menjelaskan bahwa Konawe adalah daerah penghasil padi terbesar di Sulawesi Tenggara. Sedangkan bunga pakis serta orang orangan sawah melambangkan simbol tertinggi kabupaten Konawe.

“Di tempat kami kalau mau ngundang-ngundang harus bawa kalung sara dan benar-benar ditempatkan paling teratas, kalau konsep motif orang-orangan sawah itu menunjukkan bahwa yang diciptakan oleh Allah SWT yang tertinggi adalah manusia, tutur Trinop, lagi.

Ketiga motif terbaru tersebut merupakan karya dari perancang asal Konawe, yakni Julie Kaimuddin. Julie menampilkan enam look di bawah tema “Orimono Holo Sultra”.

Kata Ori sendiri berarti lipat, lalu mono diartikan sebagai tenun, sementara holo diambil dari kata hologram yaitu teknologi cyber holografi dan Sultra tak lain singkatan dari Sulawesi Tenggara.

Julie menggunakan bahan material berupa kain liquid dan kulit sintetis liquid terbuat dari logam reflektif cair guna memberi kesan cahaya seperti cairan, kain jacquard warna perak yang disesuaikan dengan konsep warna hologram.

Tidak hanya itu, Julie juga menambahkan beberapa aksesoris hologram 3D origami yang diintegrasikan dengan material teknologi terbaru memadukan motif tradisional dalam busana gaya modern, kontemporer, elegan, dan seni menciptakan harmoni antara masa lalu dan masa kini.


Ditemui di sela-sela perhelatan IFW 2024, Julie mengaku senang sekaligus terharu karena karyanya dapat dipertontonkan dalam ajang bergengsi tersebut.

“Selama 2 bulan mempersiapkan, rasanya kerja keras terbayar hari ini. Alhamdulillah fashion show nya berjalan lancar. Saya berharap ke depannya tenun asal Konawe semakin dikenal. Orang bisa tahu motif bunga padi, bunga pakis dan orang-orangan sawah itu adalah ciri khas dari Konawe,’’ ujar Julie dengan perasaan penuh hari.

Ditambahkan Trinop, IFW merupakan ajang promosi daerah yang tentu sangat penting untuk kemajuan daerah.

Dia juga berharap melalui event semacam ini masyarakat kian akrab dengan tenun dan mau menggunakannya sebagai busana sehari-hari.

“Selama ini bayangan orang terhadap kain tenun itu berat. Melalui IFW ini Konawe ingin mengajak anak-anak milenial merasa bangga menggunakan tenun. Ajakannya mereka harus bangga, bela dan beli, ” ujar Trinop.

Sementara itu Presiden IFW, Poppy Darsono mengatakan Indonesia Fashion Week bukan sekadar pameran tetapi juga perayaan kreativitas dari kerajinan hingga produk fesyen. Selain juga sebagai media promosi, branding, pengakuan, dan perluasan jaringan.

Tahun ini IFW mengusung tema Langgam Jakarta Teranyam dengan menampilkan budaya dan wastra pariwisata Provinsi DKI Jakarta serta propinsi provinsi lain yang dituangkan ke dalam karya fesyen.

Menparekraf Sandiaga dalam pembukaan IFW 2024 menjelaskan kontribusi fesyen di Indonesia. Jumlahnya sebesar 17,6 persen dari total nilai tambah ekonomi kreatif kepada ekonomi Indonesia yaitu Rp225 triliun. Jumlah lapangan kerja yang diciptakan oleh sektor fesyen sudah mencapai 17 persen dari total 25 juta lapangan kerja yang disumbangkan dari sektor ekonomi kreatif. Dan kontribusi nilai ekspor terbesar di sektor ekonomi kreatif adalah fesyen dengan total 16,5 miliar dolar di tahun 2022.

“Saya sangat mengapresiasi Indonesia Fashion Week yang selalu mengangkat keindahan wastra nusantara sekaligus menjadi platform dalam memperkuat posisi fesyen Indonesia baik di dalam negeri maupun di mata dunia,” pungkasnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *