WanitaIndonesianews.com, JAKARTA– Dalam upaya memenangkan pasar banyak strategi yang dilakukan sebuah perusahaan ritel . Salah satu upaya yang kerap ditempuh adalah gencar melakukan kampanye.

Menurut Jonn Terence Dy, Head of Marketing, Fabric and Shave Care and Sustainability Leader, Procter & Gamble (P&G) Indonesia, sebelum  merancang kampanye apa pun, hal yang paling penting dilakukan sebuah perusahaan adalah memahami terlebih dahulu apa yang dibutuhkan dan konten apa yang disukai oleh konsumen.

“Di P&G  kami berpegang pada  prinsip dasar  bahwa ‘Konsumen adalah Bos’. Sehingga kalau saat ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, maka kita juga sesuaikan kontennya,” ungkap Jonn pada kegiatan MMA Ramadan Insight 2024 bertajuk ‘Navigating Marketing Excellence’  , pada awal Maret 2024 lalu di Jakarta.

Yang kedua menurut Jonn, komunikasi yang otentik dari sebuah merek kepada konsumen memegang peranan yang sangat penting.
Sebagai contoh selama Ramadan, konsumen mencari merek yang memahami dan menghormati nilai-nilai bulan suci tersebut dengan otentik dan sungguh-sungguh.

Oleh karena itu, diperlukan keselarasan antara strategi pemasaran dengan penerapan nilai-nilai Ramadhan untuk menunjukkan pemahaman yang tulus terhadap sensitivitas budaya, serta memberikan dampak positif pada masyarakat.

Untuk membuat pesan Ramadan efektif,  ditambahkan Jonn perlu menekankan sensitivitas terhadap budaya, konten interaktif, daya tarik emosional yang kuat serta otentikasi dari konten yang dibuat.

Hubungan emosional yang terjalin dengan tema-tema keluarga dan spiritualitas akan membawa kita lebih dekat dengan audiens secara pribadi.
Menjadi otentik adalah kunci, karena “ketulusan” merek dalam menghadapi semangat Ramadhan akan membangun kepercayaan yang tak ternilai.

Dengan menggabungkan semua elemen ini secara harmonis, kita dapat menciptakan pesan yang tidak hanya memikat, tetapi juga mengukuhkan hubungan yang kokoh dan berkesinambungan dengan audiens.

“Menurut saya, sebuah merek perlu berfokus pada menciptakan konten dan kampanye yang mencerminkan tema-tema Ramadhan dan nilai-nilai keluarga, serta memasukkan inklusivitas dalam pesan-pesan mereka untuk membangun kepercayaan, kesetiaan, dan memperkuat hubungan dengan konsumen, ” lanjut Jonn.

Sebagai salah satu FMCG terbesar di Indonesia, bagaimana P&G berhasil membangun keterlibatan dengan konsumen dan komunitas selama Ramadan?

“Kami selalu mengandalkan insight (kearifan) lokal untuk terus beradaptasi dengan perubahan dan mempertahankan prinsip inti kami dalam memprioritaskan kebutuhan konsumen. Melalui inovasi yang berkelanjutan, kami menghadirkan kampanye-kampanye unik yang disesuaikan dengan pemahaman lokal untuk memenuhi harapan konsumen, memperdalam hubungan dengan mereka, dan mendapatkan apresiasi yang lebih besar.

Pada Ramadhan 2023 kami meluncurkan kampanye Downy #PashtiHarumTahanLama yang menggambarkan keunikan kain dan momen-momen istimewa selama bulan suci seperti; perlengkapan sholat, busana baru untuk Idul Fitri, dress code untuk buka puasa bersama, seragam lebaran, dan tumpukan pakaian yang ditinggal mudik oleh asisten rumah tangga. Dengan melibatkan beberapa influencer ternama, kami tidak hanya mengusung keharuman tahan lama dari Downy dalam komunikasi, tetapi juga menawarkan berbagai pengalaman Ramadhan yang menginspirasi,” paparnya.

Hasilnya cukup luar biasa dimana kampanye ini sudah ratusan juta kali ditonton dan menjangkau 3 juta akun di media sosial melalui brand ambassador dan mega influencer.

“Secara signifikan, kampanye ini juga telah membantu meningkatkan awareness konsumen akan produk Downy,” ujar Jonn.

Didukung dengan latar belakang pendidikan Manajemen Teknik dari Universitas Ateneo de Manila, Jonn secara konsisten telah menunjukkan keahliannya dalam mendorong kesuksesan sebuah merek dan meningkatkan pertumbuhan pasar.

Termasuk menghadapi gempuran berbagai konten di era sekarang, Jonn menegaskan penting bagi sebuah merek untuk terus menerapkan adaptasi dan pengembangan dalam strategi konten mereka agar tetap relevan dan menarik.

“Di P&G, kami melihat hal ini sebagai peluang untuk berkembang dengan memahami dan mengadaptasi insight lokal. Dengan memperhatikan preferensi dan budaya setempat, kami tidak hanya menyajikan konten yang sesuai, tetapi juga membangun ikatan yang lebih dalam dengan konsumen di seluruh Indonesia, ” kata penerima penghargaan Young Market Masters, sebuah penghargaan prestisius bidang sales and marketing di Filipina pada tahun 2018, ini.

Bicara tentang strategi melalui pendekatan ini bukan hanya tentang menyesuaikan pesan global dengan konteks lokal; tetapi tentang menciptakan pengalaman yang otentik dan bermakna bagi masyarakat setempat.

“Dengan demikian, kami berusaha untuk menjadi lebih dari sekadar merek yang hadir, tetapi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari konsumen kami, menjembatani kesenjangan antara global dan lokal dalam konten yang kami sajikan, “pungkas ayah dari seorang puteri nan cantik bernama  Savannah , berusia 4 tahun.