WanitaIndonesianews.com,JAKARTA – Isu stunting telah memunculkan keprihatinan yang mendalam dari berbagai pihak terkait persiapan menuju “Generasi Emas Indonesia” pada tahun 2045. Di Indonesia, stunting masih menjadi permasalahan kesehatan serius yang dihadapi oleh sejumlah anak. Dampak stunting terhadap kualitas kognitif terbukti signifikan, dengan data OECD tahun 2018 menunjukkan bahwa remaja Indonesia menempati peringkat ke-71 dari 77 negara untuk skor sains, matematika, dan membaca.

Dalam upaya mengurangi angka kejadian stunting, IDAI, BKKBN, dan mitra strategis Blackmores bersatu untuk meluncurkan kampanye “Peduli ASI Berkualitas”. Kampanye ini dirancang sebagai inisiatif edukatif untuk mengajak calon ibu, ibu hamil, dan ibu menyusui agar memahami dan berusaha memenuhi nutrisi mikro, seperti vitamin, DHA, dan 17 nutrisi esensial, mulai dari masa kehamilan hingga periode menyusui anak.

Periode menyusui dianggap sangat kritis, dan ibu perlu memastikan kualitasnya. Dengan pemenuhan nutrisi dari masa kehamilan hingga menyusui, para ibu dapat memberikan ASI berkualitas tinggi kepada anak-anak mereka, membantu mencegah kondisi stunting.

Dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA MARS, yang juga seorang dokter spesialis anak, menekankan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak, terutama ketika ibu kembali bekerja atau pada awal pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

“Lebih dari sekadar memberikan hak ASI eksklusif kepada bayi, ibu harus mempersiapkan produksi ASI berkualitas sejak masa kehamilan. Ini mendorong kerja sama erat antara dokter spesialis anak dan para dokter Obgyn,” ungkap dr. I Gusti Ayu dengan akrabnya.

Selain itu, pengetahuan tentang nutrisi ibu hamil, panduan sukses menyusui, dan pemantauan pertumbuhan anak juga harus dikuasai oleh para bidan dan tenaga medis di puskesmas dan daerah-daerah terpencil. Marianus Mau Kuru, Plt Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di BKKBN, menggarisbawahi bahwa stunting telah dianggap sebagai isu prioritas nasional, yang mencerminkan komitmen pemerintah untuk menanggulangi masalah ini.

Stunting telah diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan signifikan dari 27,6 persen pada tahun 2019 menjadi 14 persen pada tahun 2024. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan aksi cepat melalui pencegahan, penanganan, pengawalan, dan memberikan kepastian asupan nutrisi yang baik kepada calon ibu.

Country Head/Director Kalbe Blackmores Nutrition, Dickson Susanto, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting. Kampanye “Peduli ASI Berkualitas” tidak hanya mencakup pendekatan edukatif, tetapi juga implementasi nyata melalui donasi Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold senilai Rp3 Miliar kepada ibu hamil di trimester akhir hingga ibu menyusui, khususnya di daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Virna Widiastuty, Senior Marketing Manager Kalbe Blackmores Nutrition, menambahkan bahwa asupan nutrisi makro dan mikro sangat penting untuk menjaga kualitas ASI. Melalui kampanye ini, diharapkan ibu hamil dan menyusui dapat memenuhi nutrisi yang diperlukan agar menghasilkan ASI berkualitas.

Kualitas ASI yang baik, selain dapat dilihat dari aspek fisik, juga tercermin melalui tumbuh kembang dan pola menyusui bayi. Inisiasi menyusui dini dan ASI eksklusif diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk mencegah stunting dan kematian bayi serta anak balita.