Wanitaindonesianews.com, JAKARTA – Event fashion modest ternama, SEDASA, kembali digelar dengan skala lebih besar pada 2026. Setelah sempat vakum, ajang ini kini hadir di Jakarta dengan konsep lebih matang untuk memperkuat ekosistem industri modest fashion nasional.
SEDASA pertama kali digelar di Bandung, Jawa Barat pada 2020 sebagai respons terhadap situasi pandemi Covid-19.
Saat itu, platform ini menjadi wadah bagi pelaku usaha modest fashion untuk tetap berkarya melalui fashion show virtual yang menjangkau pasar nasional hingga internasional.
Memasuki penyelenggaraan kedua pada 2021, jumlah partisipan meningkat signifikan, menandakan tingginya antusiasme terhadap industri modest fashion Indonesia.
SEDASA Volume 3 Usung Tema “Rhapsody Summit”
Pada tahun 2026, SEDASA Volume 3 hadir dengan tema “Rhapsody Summit” dan untuk pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta, tepatnya di InterContinental Hotel Jakarta Pondok Indah pada 1 Mei 2026.

Perpindahan lokasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi SEDASA sebagai event fashion berskala nasional sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Acara ini menghadirkan rangkaian kegiatan berupa fashion show, exhibition, dan awarding yang menjadi panggung kolaboratif bagi para desainer untuk menampilkan karya terbaik mereka.
SEDASA 2026 menampilkan koleksi terbaru dari 14 desainer dan brand modest fashion Indonesia. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kehadiran Guest Designer Ivan Gunawan.
Sesi pertama menampilkan karya dari Mandhja by Ivan Gunawan, Nabila Misha Fashion, Padushi by Novitasari, Gita Orlin, Arabellescarf, Armila Syar’i, AMYZA, Arinna Premium Hijab, Agoest Hanggono, Rumman, Mirranda Atelier, Mayra, dan Shadec.
Sementara sesi kedua menghadirkan koleksi dari AMYZA dan Motif Hawa, serta penampilan spesial dari Krisdayanti dan Titi DJ yang turut memeriahkan acara.
Selain desainer ternama, SEDASA juga membuka ruang bagi talenta baru untuk tampil di panggung fashion show berstandar nasional, menciptakan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.
Dorong Kolaborasi Bisnis dan Reseller
Tak hanya menampilkan karya, SEDASA juga berfokus pada penguatan sisi bisnis industri modest fashion. Kehadiran para reseller dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam mendorong transaksi langsung antara brand dan pasar.
“Selain mengundang para pecinta fashion, kami juga menghadirkan para reseller dari berbagai daerah di perhelatan ini.
Harapannya, setelah fashion show berlangsung, terjadi interaksi bisnis dan transaksi langsung antara reseller dengan desainer dan brand. Alhamdulillah, target tersebut selama ini selalu tercapai. Melalui SEDASA, kami ingin merangkul para desainer dan brand lokal untuk bersama-sama mendorong kembali daya beli masyarakat terhadap produk fashion dalam negeri,” papar Rya Baraba, Founder SEDASA.
Apresiasi untuk Pelaku Industri Modest Fashion
Sebagai bentuk penghargaan, SEDASA memberikan “The Modest Visionary Award” kepada Ivan Gunawan atas kontribusinya dalam mengembangkan modest fashion modern di Indonesia.
Sementara itu, “Young Visionary Award” diberikan kepada Nabila Misha sebagai talenta muda dengan potensi besar di industri fashion.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi, inovasi, serta kontribusi dalam membangun masa depan industri modest fashion Indonesia.
SEDASA 2026 mendapat dukungan dari Kementerian/Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF) dan dibuka oleh Menteri/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.
Acara ini juga didukung oleh sejumlah sponsor, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI), Ultima x Redberry, Nan Lamak Restaurant, MS Glow, Textindo, Ida Jaya Crystal, Maktour, 5asec, Devya Dental Clinic, Provite, dan JWater.
Perjalanan SEDASA dari Bandung hingga kini hadir di Jakarta menjadi simbol pertumbuhan industri modest fashion Indonesia. Tidak hanya sekadar ajang fashion, SEDASA membawa misi untuk menghubungkan kreativitas dengan peluang bisnis nyata.
Dengan konsep yang terus berkembang, SEDASA menegaskan bahwa modest fashion Indonesia bukan hanya tentang gaya, tetapi juga identitas, kolaborasi, dan masa depan industri kreatif nasional.

