May 3, 2026

BAZNAS RI Luncurkan Program BMMT, Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Majelis Taklim

Wanitaindonesianews.com, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI resmi meluncurkan program BAZNAS Microfinance Majelis Taklim (BMMT) bersama Muslimat NU, Aisyiyah, dan Fatayat NU di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

Program ini bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi umat melalui pemberdayaan perempuan, khususnya di lingkungan majelis taklim.

Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari visi besar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Alhamdulillah, hari ini BAZNAS resmi meluncurkan program strategis BAZNAS Microfinance Majelis Taklim. Ini merupakan ikhtiar baru untuk memberikan akses modal berbasis syariat guna menjauhkan umat dari praktik-praktik yang menjerat ekonomi mereka melalui pinjaman yang tidak sesuai dengan syariat,” ujar Zainut.

Solusi Modal Usaha Tanpa Bunga untuk Masyarakat
Zainut menjelaskan, program ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pembiayaan dan rentan terjerat pinjaman online maupun rentenir.

“Melalui program ini, kami berharap Majelis Taklim tidak hanya sekadar menjadi tempat pertumbuhan nilai spiritual, tetapi juga berkembang menjadi kelompok dengan usaha kreatif dan produktif. Melalui sentuhan permodalan ini, kreativitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai manfaat zakat, dari yang sebelumnya bersifat konsumtif menjadi lebih produktif,” kata Zainut.

Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Imdadun Rahmat, mengungkapkan bahwa program BMMT telah berjalan dan menunjukkan dampak nyata.

“Sejauh ini, BMMT telah melayani 1.309 penerima manfaat yang tersebar di 23 provinsi dan 28 kabupaten/kota. Total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp3.195.995.000,” ungkap Imdadun.

Saat ini, terdapat 32 unit BMMT yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dukungan Organisasi Perempuan untuk Pemberdayaan Ekonomi
Wakil Ketua PP Muslimat NU, Romlah Widayati, menyambut baik program ini sebagai peluang pemberdayaan ekonomi perempuan.

“Khusus untuk Muslimat NU, kami memiliki hampir 70.000 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan bantuan modal usaha ini, jadi kegiatan di Majelis Taklim tidak hanya terfokus pada pengajian dan ilmu agama saja, tetapi mampu memberdayakan ekonomi keluarga dan harapannya bisa mengentaskan kemiskinan di masyarakat,” kata Romlah.

Dorong Partisipasi dan Wawasan Ekonomi Perempuan
Ketua Majelis Ekonomi PP Aisyiyah, Utik Bidayati, menilai program ini dapat meningkatkan keterlibatan anggota majelis taklim.

“Melalui inisiatif ini, para anggota memiliki keterikatan yang lebih kuat untuk hadir di Majelis Taklim, tidak hanya untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga untuk memperluas wawasan ekonomi bahkan mendapatkan akses permodalan,” tambahnya.

Fokus Pengembangan Usaha Kuliner dan UMKM
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi PP Fatayat NU, Wafa Fatria Ummah, menyebut program ini akan difokuskan pada pengembangan usaha yang sudah berjalan.

“Mengingat banyak ibu muda yang sudah memiliki usaha, rekomendasi kami difokuskan pada pengembangan usaha yang sudah berjalan agar skalanya meningkat. Kami juga memberikan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta kreativitas para kader dalam mengelola produk mereka,” jelasnya.

Melalui program BMMT, BAZNAS menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi zakat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

Kolaborasi lintas organisasi perempuan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi berbasis komunitas yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post