June 13, 2026

Sere Pasaribu Buktikan Mahasiswa Bisa Berkarier di Industri Musik, Rilis Lima Lagu dan Isi Soundtrack Film Sebelum Lulus

Wanitaindonesianews.com, JAKARTA – Di tengah persaingan industri musik yang semakin kompetitif, mahasiswi Program Musik UIC College, Sere Pasaribu, membuktikan bahwa status sebagai mahasiswa bukan hambatan untuk membangun karier profesional di industri kreatif.

Bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan tinggi, Sere telah merilis lima lagu orisinal dan terlibat sebagai pengisi vokal soundtrack film. Perjalanan tersebut dirangkum dalam Senior Vocal Recital bertajuk To Love, To Lose, To Learn yang digelar di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Pertunjukan ini dibagi dalam lima babak, yaitu Naive, Heartbreak, Return, Reblooming, dan Bittersweet.

Melalui setiap babak, penonton diajak menyelami perjalanan emosional tentang cinta, kehilangan, proses penyembuhan, hingga pertumbuhan diri.

Musik Menjadi Media Refleksi dan Perjalanan Hidup
Bagi Sere Pasaribu, resital tersebut bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan ruang refleksi atas berbagai pengalaman yang membentuk dirinya sebagai individu maupun musisi muda.

“Setiap orang pernah mencintai sesuatu, kehilangan sesuatu, lalu belajar dari pengalaman itu. Pengalaman-pengalaman itulah yang saya terjemahkan ke dalam musik dan karya yang saya tulis sendiri. Bagi saya, musik adalah cara untuk memahami dan membagikan pengalaman hidup kepada orang lain. Selama kuliah, saya mendapat banyak kesempatan untuk mengembangkan karya tersebut sekaligus belajar menulis, bereksperimen, dan menemukan identitas artistik saya,” ujar Sere.

Melalui karya-karyanya, Sere berusaha menghadirkan pengalaman personal yang dapat dirasakan dan dipahami oleh banyak orang melalui medium musik.

Selain aktif menempuh pendidikan, Sere juga telah menghasilkan sejumlah karya musik yang tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify dan Apple Music.

Beberapa lagu yang telah dirilis antara lain Like I Always Do, Stupid For Loving U, 8 8 18th, Buatku Berarti, dan Mungkin Tak Harus Terjawab.

Seluruh lagu tersebut merupakan karya yang ditulis sendiri oleh Sere dan dirilis melalui UIC College of Music serta Nayanara Svara.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa dapat membangun portofolio profesional sekaligus mengembangkan identitas artistiknya sejak masih berada di bangku kuliah.

Terlibat dalam Soundtrack Film Malam 3 Yasinan
Tidak hanya berkarya sebagai penyanyi dan penulis lagu, Sere juga mendapatkan kesempatan menjadi pengisi vokal soundtrack film Malam 3 Yasinan.

Pengalaman tersebut mempertemukannya secara langsung dengan lingkungan kerja profesional di industri kreatif.

“Terlibat dalam soundtrack film membuat saya melihat dunia musik dari perspektif yang berbeda. Saya merasakan langsung bagaimana sebuah karya lahir dalam lingkungan profesional dengan ekspektasi dan tanggung jawab yang nyata,” ungkapnya.

Menurut Sere, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memahami standar kerja industri musik dan perfilman secara lebih mendalam.

Pendidikan Musik Kini Berorientasi pada Dunia Industri
Program Leader Music UIC College, Irfas, mengatakan bahwa pendidikan musik saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pengalaman berkarya yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka harus membangun portofolio, menghasilkan karya, berkolaborasi, dan memahami standar industri sejak awal. Karena itu kami mendorong siswa untuk mulai bekerja melalui proyek-proyek nyata selama masa studi mereka,” jelasnya.

Pendekatan tersebut merupakan bagian dari kurikulum Pearson BTEC asal Inggris yang diterapkan di UIC College. Kurikulum ini menempatkan pengalaman praktik industri sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.

Melalui program 2+1 UIC College, mahasiswa menjalani dua tahun pertama studi di Indonesia sebelum melanjutkan tahun terakhir di universitas mitra di Inggris.

UIC College Dorong Mahasiswa Bangun Karier Sejak Kuliah
Sebagai bagian dari USG Education Group, UIC College secara konsisten menghadirkan berbagai proyek nyata, termasuk resital mahasiswa, sebagai bentuk penerapan applied learning.

Melalui pendekatan project-based learning dan real-world learning, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membangun portofolio profesional sejak masa studi.

Director of Marketing and Student Experience USG Education, Niluh Komang Aimee Sukesna, menilai perjalanan Sere Pasaribu mencerminkan perubahan yang tengah terjadi dalam dunia pendidikan tinggi kreatif.

“Dulu mahasiswa belajar terlebih dahulu lalu bekerja setelah lulus. Hari ini kami melihat semakin banyak mahasiswa yang mulai membangun karier profesional mereka selama masa studi. Ketika pendidikan dirancang untuk mendekatkan mahasiswa pada dunia nyata, hasilnya bukan hanya gelar, tetapi juga karya, pengalaman, dan kesiapan menghadapi industri,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat The World is Here yang diusung UIC College dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja global sejak dini.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post