WanitaIndonesianews.com, JAKARTA– Setelah sukses menjadikan batik sebagai busana wajib dikenakan sekali seminggu di jajaran pemerintahan dan sekolah, saat ini upaya melestarikan sekaligus menjadikan kebaya sebagai pakaian nasional kembali didengungkan . Kali ini, dalam peringatan Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada tanggal 24 Juli mendatang, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menginisiasi program bertajuk ‘Bangga Berkebaya’ .

Setidaknya, Sekitar 7.000 perempuan Indonesia tercatat akan mengikuti peringatan Hari Kebaya Nasional yang akan diselenggarakan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) di Istora Senayan Jakarta, Rabu, 24 Juli 2024.

Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, melalui peringatan Hari Kebaya Nasional, para perempuan Indonesia dan generasi penerus bangsa dapat terus bersinergi dalam melestarikan kebaya sebagai salah satu budaya bangsa dengan menetapkan kebaya sebagai salah satu busana Nasional.

“Mengembangkan kebaya dan melestarikannya tak hanya memperkuat identitas bangsa tetapi juga memperkuat dalam segi ekonomi. Berkebaya bagi seorang perempuan tidak saja untuk mengartikulasikan dirinya melalui pakaian, namun memiliki pemahaman yang luas, mulai dari identitas sampai wujud cinta bangsa,” kata Giwo kepada media di Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Lebih lanjut Giwo menjelaskan, selain melestarikan budaya bangsa, kegiatan “Bangga Berkebaya” itu merupakan komitmen untuk mengawal anak bangsa dalam hal pendidikan, pengetahuan mereka terhadap budaya bangsa, termasuk memperkenalkan kebaya secara tuh, merupakan langkah penting dan mendesak.

“Nantinya akan ada beberapa kegiatan, antara lain lomba kebaya, webinar, talk show dan parade kebaya, serta bazar UMKM dengan mengusung tema ‘Lestarikan Budaya dengan Bangga Berkebaya’. Diharapkan kegiatan ini dapat menggaungkan kembali semangat perjuangan perempuan Indonesia dengan nilai-nilai budaya bangsa sesuai Keputusan Presiden No.19 Tahun 2023, tentang Hari Kebaya Nasional,” ujarnya.

Adapun Maksud dan Tujuan diselenggarakannya Peringatan Hari Kebaya Nasional Ke-1 tahun 2024, antara lain:

1. Memperkenalkan dan menggaungkan kembali kebaya sebagai bagian dari sejarah perjuangan para perempuan Indonesia.

2. Meningkatkan wujud cinta, bangga pada identitas bangsa dan tanah air.

3. Melestarikan warisan budaya dengan menjadikan kebaya sebagai salah satu wadah kreativitas tanpa menghilangkan nilai pakem dari kebaya, yang memiliki nilai ekonomi untuk memajukan ekonomi bangsa.

4. Menjadikan kebaya sebagai busana wanita yang bisa dipakai dalam berbagai acara.

Keputusan Presiden No.19 Tahun 2023 tentang kebaya dapat menjadi wahana bagi para perempuan untuk menunjukkan rasa bangga bukti cinta kepada bangsanya. Dengan berkebaya, mereka menjadi agen ekonomi dan budaya.

Dengan diselenggarakannya peringatan Hari Kebaya Nasional bersama perempuan dari seluruh penjuru Indonesia ini, maka akan menggaungkan kembali nilai historis dari perjuangan perempuan indonesia dan nilai filosofis yang kebaya, bukan hanya sebagai pakaian Wanita tetapi warisan budaya tak benda yang melambangkan kesederhanaan, keanggunan, kelembutan dan keteguhan para perempuan Indonesia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa di era globalisasi, nilai-nilai kebangsaan sudah semakin tergerus, oleh karenanya Kowani sebagai Ibu bangsa mendapat amanat dari para founding mother.

Dimana sejak 1935 untuk mempersiapkan dan mendidik generasi penerus yang unggul, berkualitas, berjiwa nasionalis dan cinta tanah air, memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan dan melestarikan simbol identitas bangsa, termasuk eksistensi kebaya melalui penyelenggaraan Peringatan Hari Kebaya Nasional ini.