February 11, 2026

Jelang Ramadan 1447 H, BAZNAS Dorong Literasi Zakat Lewat Tarhib Ramadan di Terowongan Kendal

Wanitaindonesianews.com, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Tarhib Ramadan 1447 H/2026 M bertema “Zakat Menguatkan Indonesia” di Terowongan Kendal, Sudirman, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi upaya BAZNAS dalam menyambut bulan suci Ramadan sekaligus menyiarkan pesan zakat kepada masyarakat melalui ruang publik.

Tarhib Ramadan BAZNAS 2026 yang digelar pada Minggu (8/2/2026) diisi dengan beragam aktivitas, mulai dari layanan kesehatan gratis, lelang amal, demo kopi ZCoffee, konter layanan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), talkshow Program Ramadan BAZNAS, live mural bertema “Zakat Menguatkan Indonesia”, penampilan musisi, tari topeng Jakarta, hingga keterlibatan berbagai komunitas.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyampaikan bahwa Tarhib Ramadan merupakan momentum strategis untuk mengajak masyarakat memaknai Ramadan secara lebih luas, tidak hanya sebagai ibadah ritual, tetapi juga penguatan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Melalui Tarhib Ramadan ini, kami ingin menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga momentum untuk menguatkan Indonesia dari berbagai sisi, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan,” kata Rizaludin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan di ruang publik seperti Terowongan Kendal bertujuan untuk mendekatkan BAZNAS dengan masyarakat sekaligus memperluas literasi zakat, khususnya di kalangan generasi muda.

“Dengan demikian, zakat diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menguatkan Indonesia,” ujar Rizaludin.

Dorong Partisipasi Zakat Selama Ramadan
Lebih lanjut, Rizaludin berharap Tarhib Ramadan ini mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat.

“Dengan meningkatnya partisipasi tersebut, manfaat zakat diharapkan dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh kelompok rentan, termasuk masyarakat terdampak bencana, selama bulan Ramadan,” ujarnya.

Respons atas Musibah Nasional
Sementara itu, Direktur Layanan, Promosi, dan Data Optimasi BAZNAS RI sekaligus Ketua Panitia Ramadan BAZNAS RI 2026, H. Rulli Kurniawan, M.M., CMA., CFRM., menjelaskan bahwa tema “Zakat Menguatkan Indonesia” dipilih sebagai respons atas berbagai musibah yang melanda Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, baik di Sumatera, Jawa Barat, maupun wilayah lainnya.

“Terdapat dua pesan utama yang ingin disampaikan BAZNAS melalui kegiatan ini. Pesan pertama adalah ajakan untuk menyambut Ramadan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan lahir batin. Tarhib dimaknai sebagai pengingat awal agar masyarakat menyiapkan kondisi fisik, spiritual, serta kepedulian sosial, termasuk melalui perencanaan zakat, infak, dan sedekah,” jelas Rulli.

Pesan kedua, lanjutnya, adalah ajakan kepada umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai upaya kolektif dalam menguatkan Indonesia.

“Hal ini penting mengingat tidak semua orang dapat menyambut Ramadan dalam kondisi bahagia dan berkecukupan,” ucapnya.

Libatkan Generasi Muda Lewat Ruang Publik
Terkait pemilihan lokasi kegiatan, Rulli menilai Terowongan Kendal, Sudirman, memiliki posisi strategis sebagai ruang publik dengan tingkat mobilitas tinggi dan banyak diakses oleh generasi muda.

“Kita ingin melibatkan anak muda sebanyak-banyaknya untuk menjadi sahabat-sahabat BAZNAS yang akan menyiarkan dan menyuarakan pesan ‘Zakat Menguatkan Indonesia’ ini secara lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai layanan yang dihadirkan dalam Tarhib Ramadan mencerminkan ragam program pemberdayaan BAZNAS yang berfokus pada penguatan Indonesia melalui zakat.

“Hadirnya berbagai layanan di Tarhib Ramadan ini menggambarkan bahwa BAZNAS memiliki beragam program pemberdayaan yang bertujuan untuk memperkuat Indonesia melalui zakat,” katanya.

Optimalkan Zakat untuk Solidaritas Sosial
Melalui Tarhib Ramadan BAZNAS 2026, Rulli berharap zakat, infak, dan sedekah dapat semakin dioptimalkan sebagai instrumen penguatan solidaritas sosial, khususnya bagi masyarakat yang kurang beruntung.

“Karena itu, kami ingin zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS tidak hanya dimaknai sebagai upaya mensucikan harta, tetapi juga sebagai kontribusi nyata untuk menguatkan Indonesia,” tegasnya.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post