March 11, 2026

RS Jantung Jakarta Resmikan Layanan MRI 1,5 Tesla, Perkuat Diagnostik Penyakit Jantung dan Non-Kardiak

Wanitaindonesianews.com, JAKARTA — Rumah Sakit (RS) Jantung Jakarta mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional dengan meresmikan layanan MRI 1,5 Tesla.

Peluncuran fasilitas ini mengusung tema “Beyond the Heart: A New Era of MRI Imaging”, yang menandai hadirnya era baru teknologi pencitraan medis di rumah sakit tersebut.

Fasilitas ini tidak hanya difokuskan untuk pemindaian jantung atau Cardiac MRI, tetapi juga mampu mendukung pemeriksaan non-kardiak secara komprehensif.

Kehadiran unit Cardiac Magnetic Resonance Imaging (CMR) atau MRI Jantung disebut sebagai gold standard global dalam karakterisasi jaringan otot jantung.

Teknologi ini memungkinkan tim medis mendeteksi berbagai kondisi seperti fibrosis, edema, hingga infiltrasi pada otot jantung dengan tingkat akurasi yang tidak dapat dicapai oleh pemeriksaan ekokardiografi biasa.

MRI Jantung Tingkatkan Akurasi Diagnosis Pasien
Dalam sesi diskusi pakar, dr. Daniel Ruslim, Sp.Rad., Subsp.RI (K) dan dr. Paskariatne Probo Dewi, Sp.JP, Subsp.P.Kv (K), FIHA menjelaskan bahwa teknologi CMR atau MRI Jantung mampu meningkatkan ketepatan diagnosis penyakit jantung secara signifikan.

Menurut mereka, penggunaan teknologi ini dapat meningkatkan spesifikasi diagnosis pada pasien gagal jantung.

Penggunaan teknologi tersebut bahkan dapat mengubah diagnosis menjadi lebih spesifik pada sekitar 30% hingga 50% kasus gagal jantung, yang dikenal sebagai phenotyping upgrade.

Hal ini secara langsung dapat meningkatkan efektivitas terapi yang diberikan kepada pasien.

Komitmen RS Jantung Jakarta Tingkatkan Mutu Layanan
Komisaris RS Jantung Jakarta, Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp.BTKV (K), MPH, menegaskan bahwa investasi pada teknologi medis merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

“Kehadiran MRI 1,5 Tesla ini adalah bukti nyata komitmen kami terhadap mutu, transparansi, dan keamanan pasien. Kami memproyeksikan RS Jantung Jakarta sebagai institusi yang mengedepankan akurasi diagnosa sebagai investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Dr. dr. Fathema.

Sementara itu, Direktur RS Jantung Jakarta, dr. M. Andi Yasiin, SpJP, Subs.KI (K), FIHA, menambahkan bahwa teknologi MRI tanpa radiasi ini dapat membantu mempercepat proses penanganan pasien secara menyeluruh.

Menurutnya, fasilitas ini sangat bermanfaat bagi pasien dengan penyakit jantung bawaan maupun kardiomiopati, karena mampu memberikan gambaran kondisi jantung secara lebih detail.

Kapabilitas MRI 1,5 Tesla untuk Diagnostik Menyeluruh
Meski memiliki fokus utama pada sistem kardiovaskular, layanan MRI 1,5 Tesla di RS Jantung Jakarta juga memiliki kemampuan diagnostik yang luas.

Pada bidang kardiologi, teknologi ini dapat digunakan untuk melakukan evaluasi otot jantung secara mendalam, termasuk diagnosis kardiomiopati hipertrofi dan dilatasi, penilaian jaringan parut (scar), fungsi katup jantung, aneurisma aorta, tumor jantung, hingga pemantauan pasien setelah transplantasi jantung.

Selain itu, MRI ini juga dapat digunakan untuk berbagai pemeriksaan non-kardiak, seperti neurologi dan tulang belakang, penyakit pembuluh darah, muskuloskeletal (otot dan sendi), serta evaluasi organ dalam seperti hati, ginjal, dan pankreas.

RS Jantung Jakarta merupakan pusat layanan kesehatan jantung terpadu yang berfokus pada inovasi medis serta keselamatan pasien.

Dengan dukungan tenaga medis subspesialis dan teknologi terbaru, RS Jantung Jakarta berupaya menghadirkan layanan kesehatan jantung yang holistik dan terintegrasi bagi masyarakat.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post