June 14, 2026

Film Dukun Magang Tayang 18 Juni 2026, Sajikan Komedi Horor Segar dengan Teror Kuntilanak Hitam

Wanitaindonesianews.com, JAKARTA – Film Dukun Magang siap meramaikan bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026 dengan menghadirkan konsep komedi horor yang berbeda.

Menggabungkan unsur humor dan mistis, film ini menawarkan tontonan ringan bagi penikmat horor yang ingin merasakan ketegangan tanpa tekanan rasa takut berlebihan.

Mengusung komposisi 80 persen komedi dan 20 persen horor, Dukun Magang mengandalkan kekuatan cerita yang menghibur, namun tetap dibalut nuansa mistis melalui suasana desa terpencil, ritual gaib, rumah tua, hingga kemunculan sosok Kuntilanak Hitam.

Film garapan sutradara Chiska Doppert ini mengisahkan Raka Mahardika, seorang mahasiswa tingkat akhir yang skeptis terhadap dunia mistis.

Raka berada di ambang kelulusan setelah skripsinya berulang kali ditolak. Dalam upaya terakhir menyelesaikan tugas akhir, ia memilih meneliti dunia perdukunan di Desa Kalimati, sebuah desa terpencil yang dikenal masih kuat memegang tradisi gaib.

Perjalanan tersebut tidak dilakukan sendirian. Raka ditemani Boiman, sahabatnya yang penakut namun humoris, serta Sekar, teman kampus yang memiliki keterkaitan dengan Desa Kalimati.

Namun, penelitian yang awalnya hanya untuk kepentingan akademik berubah menjadi pengalaman menegangkan. Raka harus menghadapi ritual misterius, warga desa yang menyimpan banyak rahasia, hingga teror Kuntilanak Hitam yang mengancam keselamatan mereka.

Komedi Jadi Kekuatan Utama

Film ini dibintangi oleh Jefan Nathanio sebagai Raka Mahardika, Hana Saraswati sebagai Sekar, dan Fajar Nugra sebagai Boiman.

Selain itu, film ini juga diperkuat oleh Adi Sudirja, Wira Nagara, Mang Osa, Salsabila Zahra, Dodit Mulyanto, Mo Sidik, dan Yan Patroman.
Karakter pendukung seperti Mbah Djambrong, Tejo, Tarno, Surti, Mas Mulyanto, Pak Arief, dan Pak Bambang turut mewarnai jalannya cerita.

Berbeda dengan film horor pada umumnya, Dukun Magang lebih menonjolkan unsur komedi melalui karakter-karakter unik yang hadir dalam cerita.

Boiman, Tejo, Tarno, dan sejumlah tokoh desa menjadi sumber humor yang menciptakan berbagai situasi kocak di tengah suasana mistis.

Kehadiran para komika dan aktor komedi membuat film ini tidak bergerak sebagai horor murni, melainkan menjadi hiburan yang ringan, ramai, dan mengundang tawa.

Meski demikian, unsur horor tetap hadir untuk menjaga ketegangan sepanjang cerita.

Kuntilanak Hitam Jadi Teror Utama

Salah satu daya tarik film ini adalah kemunculan sosok Kuntilanak Hitam yang menjadi ancaman utama bagi para tokoh.

Menurut Hana Saraswati, film ini memperkenalkan konsep warna kuntilanak yang berkaitan dengan tingkat kekuatan makhluk tersebut.

“Kuntilanak memang ternyata selama ini kan yang kita tahu kuntilanak tuh gitu aja bentuknya, warnanya putih. Tapi setelah kita pelajari lebih lanjut ternyata kuntilanak itu bisa berubah warnanya sesuai dengan kekuatannya,” ujar Hana.

Ia menjelaskan bahwa Kuntilanak Hitam memiliki tingkat kekuatan tertinggi dibandingkan jenis kuntilanak lainnya.

“Ada yang merah ada yang hitam. Ketika dia warnanya hitam itu adalah level yang paling tinggi di kekuatan kuntilanak,” katanya.

Benturan Logika dan Kepercayaan Tradisional
Selain menghadirkan hiburan, Dukun Magang juga mengangkat konflik antara logika modern dan kepercayaan tradisional.

Karakter Raka yang sejak awal tidak percaya pada hal-hal mistis dipaksa menghadapi berbagai kejadian yang sulit dijelaskan secara rasional.

Benturan tersebut menjadi salah satu elemen penting yang menggerakkan cerita, namun tetap dikemas dengan pendekatan ringan dan penuh humor.

Dukun Magang diproduksi oleh Dens Vision Multimedia bekerja sama dengan Wahana Pictures. Film berdurasi 100 menit ini ditulis oleh Endik Koeswoyo, Mo Sidik, dan Adi Nugroho, serta diproduseri oleh Sahrul Gibran dan Jems Sumartumin.

Dengan perpaduan komedi yang dominan, cerita ringan, serta teror Kuntilanak Hitam yang menegangkan, Dukun Magang menjadi pilihan menarik bagi penonton yang ingin menikmati film komedi horor Indonesia dengan pengalaman menonton yang santai namun tetap seru.

Redaksi's avatar

By Redaksi

Related Post