Merry Riana, Atasi Mata Minus Dengan Lasik

GoHappyLive.com,JAKARTA- Setelah mengalami kegalauan selama hampir 10 tahun, motivator sekaligus miliarder muda, Merry Riana dengan mantap menjalani operasi lasik untuk mengatasi permasalahan mata minusnya.
 
Sebagai motivator papan atas yang setiap saat tampil di publik, penampilan prima menjadi hal terpenting bagi Merry Riana.
Sempat memiliki keterbatasan dalam penglihatan akibat minus 3,5 yang dideritanya, semula Merry mengandalkan lensa kontak.
Namun belakangan dengan kesibukan yang Semakin padat, Merry mulai keteteran jika tiap hari harus buka pasang lensa kontak.
“Lama-lama kok merasa kurang efisien aja. Akhirnya mulai berpikir untuk operasi lasik. Sebenarnya sudah 10 tahun lalu kepikiran, tapi waktu itu masih sempat galau. Takut dan segala macam lah,” ungkap Merry ditemui GoHappyLive.com, di Klinik Mata Nusantara (KMN EyeCare), Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Merry mengatakan sebagai masyarakat awam wajar saja dirinya kala itu dilanda kegalauan saat akan mengambil keputusan tersebut . Namun lantaran keinginan segera melepaskan diri dari ketergantungan pada kaca mata dan lensa kontak begitu besar, Merry pun kembali mencari informasi seputar Lasik.
“Minggu lalu ketika saya mau menjalani tindakan Lasik saya tidak khawatir karena tahu ditangani oleh dokter yang expert di bidangnya. Persiapannya juga nggak ribet. Saya masuk ruang tindakan tanpa make up dan tanpa parfum sebagai salah satu prasyarat, setelah sebelumnya melalui pemeriksaan persiapan Lasik selama kurang lebih 4 jam. Setelah dinyatakan sehat, saya langsung masuk dan menjalaninya,” kata Merry usai menjalani cek up untuk melihat hasil lasiknya.
Hanya Butuh Waktu 30 Menit
Laser Assisted in Situ Keratomileusis atau biasa disebut Lasik adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan ketergantungan seseorang pada kacamata atau lensa kontak, dengan mengubah kelengkungan kornea menggunakan laser.
Menurut Dr. Maya E. Soewandono, SpM dari KMN EyeCare, tindakan lasik sangat aman dan hanya memerlukan waktu kurang dari 30 menit. Seluruh proses dilakukan menggunakan laser dan tidak ada efek apapun setelahnya.
“Dari hasil evaluasi, mereka yang menjalani tindakan Lasik tidak terganggu kegiatan rutinnya. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa sampai sekarang,” jelas Dr. Maya .
Dr. Maya menambahkan proses Lasik sendiri memerlukan tiga tindakan utama, yakni pemetaan mata, pembuatan flap dan personalized Vision Correction (koreksi penglihatan secara individu.

merry riana berbincang dengan dr.maya dan dr.rudy usai memeriksa hasil lasiknya/ foto:oriza,ig @merryriana

Proses pertama ini dilakukan untuk menganalisa dan menentukan karakteristik tajam penglihatan pasien. Seperti kita ketahui mata tidak ubahnya sidik jari atau DNA. Kami memerlukan analisa yang sangat akurat dan detail. Pada proses ini, KMN menggunakan teknologi terbaru dan tercanggih, yang akan menghasilkan pemetaan 3 dimensi,” lanjut Dr. Maya.
Langkah kedua adalah pembuatan flap. Pembuatan flap menggunakan teknologi iFS™ Advanced Femtosecond Laser. Pada tahap ini 100% flap dibuat dengan menggunakan laser (blade free), yang akan menghasilkan flap yang benar-benar personal sesuai mata pasien.
“Manfaat lain dari teknologi Lasik, seluruh proses di dikontrol 100% oleh komputer, maka menghasilkan flap dengan presisi yang sangat tinggi dengan tingkat keakuratan yang sangat luar biasa. Selain itu flap dapat dibuat lebih tipis, sehingga pasien yang tadinya tidak bisa dilasik karena korneanya tipis, sekarang memiliki kesempatan untuk menjalani tindakan ini. Flap yang tipis mempunyai daya rekat lebih baik, sehingga proses penyembuhan jauh lebih cepat, lebih stabil karena flap memiliki bentuk “potongan” yang khusus. Risiko komplikasi juga lebih rendah ,” jelas Dr. Maya.
“Langkah selanjutnya adalah Personalized Vision Correction, yaitu proses Laser yang dilakukan oleh Dokter Mata untuk mengoreksi ketidaksempurnaan tajam penglihatan dengan mengubah bentuk kelengkungan kornea mata pasien,” kata Dr. Maya.
Hingga saat ini KMN EyeCare telah mengerjakan Lasik pada lebih dari 19.000 mata dengan hasil yang sangat memuaskan. Karena sebelum terjun menanggani pasien, dokter yang menangani Lasik sudah mendapatkan pelatihan khusus dan sertifikasi.
“Disamping itu Lasik yang dikerjakan di KMN EyeCare adalah Lasik tanpa “Pisau” atau yang lebih dikenal dengan “Bladeless Lasik” sehingga semua tindakan invasive “dikerjakan” dengan Laser. Hal ini tentu akan memberikan akurasi dan hasil yang lebih baik,” tambah Dr. Rudy C. Susilo, selaku CEO KMN EyeCare.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *