Waspadai Trigeminal Neuralgia, Nyeri Wajah Yang Menyiksa

GoHappyLive.com, JAKARTA- Pernah nggak ketika Anda sedang melakukan aktivitas sehari-hari, seperti menyikat gigi, bermakeup/bersolek, tiba-tiba wajah Anda merasakan nyeri luar biasa? Jika iya, buruan konsultasi ke dokter karena bisa jadi Anda terserang Trigeminal Neuralgia.
 
Trigeminal Neuralgia merupakan sebuah kondisi medis dimana terjadi nyeri yang bersifat kronik (lebih dari 3 bulan) yang bersumber dari gangguan pada saraf trigeminal sehingga menyebabkan sensasi rasa nyeri di bagian wajah.
Ketika Anda mengalami kondisi ini, stimulasi kecil di wajah, seperti sentuhan , tersenyum atau beraktivitas sehari-hari seperti menyikat gigi bahkan mengaplikasikan makeup/ bersolek di daerah wajah, akan mencetuskan terjadinya rasa sakit yang luar biasa.
Pakar nyeri dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS mengatakan gejala awal trigeminal neuralgia memang kerap menyerang wajah pasien secara spontan serta dalam waktu yang singkat.
Kebanyakan pasien baru diketahui menderita trigeminal neuralgia setelah melakukan pengobatan selama bertahun-tahun.

dr Mahdian Nur Nasution dan dr. Heri Aminudin dalam diskusi tentang penyakit Trigeminal Neuralgia di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta/ foto: pixabay, oriza

 
“Selama ini kebanyakan pasien seperti menderita sakit gigi pada umumnya saja. Tapi diagnosis bisa ditegakkan dari cerita pasien. Kalau sudah dilakukan tes darah atau MRI , penyakitnya tidak terlihat juga. Karena MRI untuk memastikan apakah ada kista atau kanker. Jika keduanya tidak ada maka dokter akan mencurigai ini sebagai trigeminal neuralgia,” papar dr. Mahdian.
 
Terjadi 40 Kali Serangan Dalam Sehari
Dari 100.000 penduduk dunia, 5 atau 6 orang menderita penyakit ini. Biasanya usia diatas 50 tahun dan berjenis kelamin wanita adalah sasaran empuk trigeminal neuralgia.
Tapi pada kasus-kasus tertentu, seperti trauma akibat kecelakaan, trigeminal neuralgia juga dapat menyerang usia remaja dan dewasa muda.
Berdasarkan pengalaman pasien, menyebutkan kekambuhan trigeminal neuralgia bisa terjadi 40 kali dalam sehari dengan jangka waktu 10, 30 detik hingga 1 menit.
Terapi melalui pemberian obat-obatan hingga pembedahan , pada sebagian orang tidak memberikan hasil yang baik atau disertai efek samping yang tidak menyenangkan bagi pasien.
Saat ini ablasi radiofrekuensi bisa menjadi harapan baru bagi penderita trigeminal neuralgia yang menginginkan kesembuhan. Melalui tindakan itu, saraf sumber rasa sakit akan dipanaskan dengan alat yang memancarkan gelombang persis dengan gelombang radio AM. Panas akan mematikan ujung saraf sehingga tidak menghantarkan sinyal sakit.
“Ibaratnya kita mematikan sekring agar listrik tidak mengalir. Pada saat dilakukan tindakan, pasien akan dibius. Begitu siuman, pasien akan dibangunkan untuk mengetahui efektifitas tindakan.
Selanjutnya pasien tidak harus menjalani rawat inap di rumah sakit.Kalau sudah enakan langsung boleh pulang kok,” lanjutnya.
Dari sisi harga, tindakan radio frekuensi lebih murah, hanya Rp. 18 juta sudah termasuk obat. Dan yang pasti potensi kekambuhan bisa berkurang hingga 80 persen.
“Alhamdulillah setelah 2 minggu, saya tidak merasakan sakit lagi. Dulu hanya bisa makan bubur, minum dengan sedotan. Kalau ngomong keras sedikit langsung sakit. Sekarang makan minum sudah normal. Sekarang saya sudah nggak mengalami nyeri yang sangat-sangat menyiksa itu lagi,” kata seorang pasien di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta.
Agar trigeminal neuralgia tidak kembali mampir , pasien trigeminal neuralgia yang telah menjalani ablasi radiofrekuensi agar mulai mengubah gaya hidupnya.
Memang trigeminal Neuralgia bukanlah penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup, namun di saat telah diderita, pasien wajib mengubah gaya hidupnya.
“Penderita trigeminal neuralgia, nggak boleh stress. Panik sedikit langsung kambuh rasa nyerinya. Jadi emosi, marah, hipertensi harus dikelola dengan baik,” pungkas dr. Mahdian.
Ini beberapa tanda dan gejala yang sering muncul pada penderita trigeminal neuralgia, yaitu:
1. Nyeri baik yang bersifat ringan hingga berat. Umumnya rasa nyeri yang dirasakan pasien seperti nyeri sengatan listrik dan sering datang secara tiba-tiba.
2. Nyeri spontan yang dipicu hal-hal kecil, seperti menyentuh wajah, mengunyah, berbicara atau saat sedang menggosok gigi.
3. Nyeri trigeminal neuralgia bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Pada kondisi yang berat nyeri hadir setiap saat bahkan hingga berbulan-bulan yang dapat menimbulkan ketidak nyamanan penderitanya.
4. Nyeri yang terjadi pada pasien khas, di daerah wajah yang dilalui saraf trigeminal termasuk diantaranya di daerah pipi, rahang, gigi, gusi, bibir dapat juga terjadi nyeri di daerah sekitar mata dan dahi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *