Komunitas Pewayangan Genjot Popularitas  Wayang Lewat Seni Kreatif

GoHappyLive.com, JAKARTA- Sejak ditetapkannya Hari Wayang Nasional (HWN) pada tanggal 7 November 2018 lalu, komunitas pewayangan  terus melakukan pengembangan seni wayang kepada generasi millenial.
 
Perjuangan panjang organisasi dan pelaku pewayangan Tanah Air untuk penetapan Hari Wayang Nasional (HWN) akhirnya membuahkan hasil.
Tanggal 17 Desember 2018 lalu  Presiden Joko Widodo  mengeluarkan  Keppres Nomor 30 Tahun 2018 tentang Hari Wayang Nasional di mana telah ditetapkan Hari Wayang Nasional akan diperingati setiap 7 November.
Penetapan tersebut disambut gembira sebagai momentum pengembangan seni wayang. Tentu HWN disambut gembira karena telah menambah kekuatan seni budaya wayang di Indonesia.
Penetapan HWN menjadi momentum penting peneguhan wayang sebagai sumber nilai dan identitas jati diri bangsa di tengah derasnya berbagai produk kebudayaan yang masuk dari luar.
“Kita ingin wayang bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hari besar pewayangan itu bisa menjadi momentum pengembangan pewayangan,” kata Suparmin Sunjoyo, Ketua Umum Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (SENA WANGI) disela-sela Rapat Koordinasi Organisasi Pewayangan yang digelar di Gedung Pewayangan Kautama, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), awal pekan ini. .
Ketua Bidang Humas dan Kemitraan SENA WANGI, Eny Sulistyowati, menambahkan  dunia pewayangan saat ini menghadapi tantangan besar dalam menjangkau khalayak generasi muda.
Perlu strategi penyesuaian agar wayang tetap bisa dinikmati khalayak luas, khususnya generasi milenial. Antara lain penyesuaian waktu pertunjukkan yang tidak harus digelar semalam suntuk. Wayang bisa digelar dalam waktu singkat sekitar 2-3 jam tanpa menghilangkan inti pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton.
Untuk menarik minat generasi milenial, kata Eny, pengembangan ke depan juga bisa diarahkan agar wayang menjadi fondasi dari produk seni kreatif yang tengah digandrungi seperti film, animasi, musik, fesyen, game applikasi, karya desain grafis, dan sebagainya.
“Dalam hal ini kami dari komunitas mencoba jemput bola. Ada gerakan wayang go to school. Kami  bergerak baik melalui kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta maupun secara independen,” jelas Eny.
Eny berharap melalui momentum HWN, wayang harus bisa merasuk ke masyarakat. Bisa melalui film, misalnya cerita Mahabarata dijadikan film cerita berseri. Atau tokoh-tokoh pewayangan dijadikan inspirasi dalam karya fesyen.
“Minimal anak muda bisa mengenal karakter dalam pewayangan. Selain memperkenalkan lewat  film ato serial, kita juga sedang mempersiapkan sebuah proyek semacam lomba desain. Sebagai gimmick  nantinya kepada yang menang kita akan beri hadiah menarik ,” ucap aktris wayang  yang sudah melanglang buana ke berbagai negara untuk memperkenalkan wayang, ini.

Dalam Rakor Organisasi Pewayangan kali ini sekaligus menandai kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Pada kesempatan itu   dilakukan  penandatanganan nota kesepahaman antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI) tentang “Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika”. Naskah Kesepahaman ditandatangani oleh Komjen Pol Drs. Heru Winarko, SH, Kepala BNN dan Drs. Suparmin Sunjoyo, Ketua Umum SENA WANGI.
Selain dengan SENAWANGI, BNN juga melakukan perjanjian kerjasama antara Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Pusat tentang “Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka  Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Perkusor Narkotika”.
Perjanjian Kerjasama ini dari pihak BNN ditandatangani oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Irjen Pol. Drs. Dunan Ismail Isja, MM, sedangkan dari Pihak PEPADI ditandatangani oleh Ketua Umum PEPADI Pusat, Kondang Sutrisno, SE.
Kabag Humas BNN, Kombes Pol. Sulistyo Pudjo Hartono  berharap wayang akan menjadi media yang tepat dalam menyampaikan bahaya narkotika pada kalangan generasi muda.
“Selama ini kita banyak bekerjasama dengan banyak pihak. Kali ini kita lakukan pendekatan  dengan kesenian wayang. Intinya kita terus berinovasi lah,”  papar Pudjo disela-sela acara.
Rapat Koordinasi Organisasi Pewayangan   berlangsung sejak pagi hingga malam hari yang ditutup dengan pentas Teater Wayang Indonesia (TWI). Penampilan   wayang orang bahasa Indonesia bertajuk The Opera Drama Wayang menyajikan cerita “Kidung Anargya Kunthi Talibrata”,  seolah menjadi pengobat lelah setelah seharian melakukan rapat kerja. Apalagi  drama Wayang Swargaloka didukung para seniman wayang terkemuka dan bintang tamu maestro dalang Ki Manteb Soedarsono.
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *