Terry Putri Tidak Mengambil Haknya Di Hari Raya Idul Adha

GoHappyLive.com, JAKARTA-  Prensenter dan MC  Terry Putri rutin  menunaikan ibadah kurban  setiap tahunnya.  Berkurban baginya sama seperti bernostalgia dengan kenangan masa  lalu nan indah dimana dia dan kedua orangtuanya merayakan hari raya bersama-sama.
 
Menjelang idul adha 1440 H kemarin, Terry  menyambangi kantor layanan Baznas di kawasan Kebon Sirih. Kepada petugas  lembaga amil zakat milik pemerintah tersebut, dia mengutarakan keinginan untuk menunaikan ibadah kurban atas nama dirinya.
Terry pun menyerahkan senilai uang setara dengan seekor kambing  yang akan  disembelih pada hari raya idul adha kali ini.
“Memang sekarang jamannya serba online, tapi saya merasa lebih afdhol kalau  datang  langsung. Karena kalau secara manual, saya seperti bernostalgia kembali ke masa lalu. Waktu kecil dulu saya kan suka diajak ayah ke masjid untuk menyampaikan langsung hewan kurban kita,” kata Terry seraya matanya menerawang jauh.
Kini setelah dewasa dan satu persatu kedua orang tuanya berpulang, setiap tahunnya Terry selalu berupaya membangkitkan nostalgia-nostalgia indah saat merayakan idul adha bersama orang-orang tercintanya.

Terry Putri mempercayakan pelaksanaan ibadah kurbannya tahun ini pada lembaga Baznas

Menurut Terry ayahnya banyak menyampaikan nilai-nilai islami melalui  aktivitas   ibadah kurban yang mereka jalankan. Salah satunya meski orang yang berkurban memiliki hak 1/3 daging  sembelihan untuk disantap secara pribadi, namun ayahnya kerap tidak mengambilnya.
“Kata ayahku lebih baik diserahkan semua untuk orang yang berhak menyantapnya. Ya benar juga sih, biar pahalanya semakin besar  untuk kita. Kalau kita masih mampu beli lah,  belanja daging aja ke pasar,” urai Terry yang sejak beberapa tahun ini kian mantap mengenakan  hijab syar’i.
Dengan mengikuti program “Kurban Berdayakan Desa” yang diinisiasi BAZNAS, Terry  ingin menunaikan ibadah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat desa.
“Berkurban tidak hanya sekedar ibadah yang benilai sangat besar untuk akhiratku tapi ibadah untuk keuntungan dan kebahagiaan dunia. Dengan berkurban alhamdulillaah mendukung pemberdayaan masyarakat dan menggerakan ekonomi,” katanya.
Bagi Terry berkurban merupakan investasi terbaik dunia dan akhirat. Selain itu, berkurban juga memiliki manfaat yang luas.
Melalui program “Kurban Berdayakan Desa”, BAZNAS mendorong peningkatan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan budaya di masyarakat desa. Sebab hewan ternak dibeli, disembelih dan dibagikan kepada masyarakat desa.
Dalam program jangka panjang, BAZNAS mengembangkan Program Balai Ternak di berbagai desa di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan para peternak kecil di desa.
Dalam sebuah studi, BAZNAS serta Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia (UI)  menghitung potensi perputaran uang dari perdagangan hewan tiap tahun mencapai Rp69,9 Triliun.
Kesadaran umat Islam  di Indonesia untuk berkurban meningkat setiap tahun. Data pemerintah menyebutkan, jumlah hewan kurban tahun 2018 naik sebesar 5 persen dari tahun sebelumnya menjadi 1.504.588 ekor.
Dari jumlah tersebut, maka nilai kurban umat Islam diperkirakan sebesar Rp10, 143 Trilyun.
“Ini adalah jumlah yang besar untuk mengurangi angka kemiskinan para peternak di desa jika dikelola dengan benar. Sebagian besar peternak rakyat masih tergolong miskin, karena bagian terbesar keuntungan kurban justru dinikmati orang kota yang menjadi pedagangnya,” kata Anggota BAZNAS, Emmy Hamidiyah yang hadir menyambut Terry menunaikan kurbannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *