WIN.com, JAKARTA–Masyarakat Indonesia masih banyak yang menganggap pikun (Demensia) sebagai hal wajar yang dialami lansia. Namun faktanya, pikun merupakan penyakit, yang bisa menimpa kalangan muda!

 

 

Dalam rangka Alzheimer Awareness Month, Eisai Indonesia dan PERDOSSI menyelenggarakan kampanye edukatif, #ObatiPikun dan mengenalkan metode deteksi dini Demensia Alzheimer melalui E-memory screening (EMS).

Ketua Umum Pengurus Pusat PERDOSSI, DR. dr. Dodik Tugasworo P, SpS(K) mengatakan meskipun demensia sebagian besar dialami lansia, kondisi ini bukanlah hal yang normal.

“Demensia Alzheimer merupakan penyebab utama ketidakmampuan dan ketergantungan lansia terhadap orang lain. Kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang Demensia Alzheimer mengakibatkan stigmatisasi dan hambatan dalam diagnosis dan perawatan. Edukasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan secara terus menerus sangat penting,” jelas DR. dr. Dodik Tugasworo P, SpS(K).

President Director PT. Eisai Indonesia, (PTEI), dr. Iskandar Linardi mengatakan PTEI memiliki filosofi human health care dan telah berkontribusi dalam kesehatan masyarakat di Indonesia selama 50 tahun.

Selain kampanye, dikembangkan E – Memory Screening (EMS) yang dapat dilakukan oleh dokter dan masyarakat untuk mempermudah deteksi Demensia Alzheimer agar bisa segera diobati, ” tambahnya.

Ketua Stud-Neuro behavior PERDOSSI. dr. Astuti,. Sp.S (K) mengatakan penyakit Demensia Alzheimer memiliki faktor risiko yang bisa dimodifikasi seperti seperti penyakit vaskular : hipertensi, metabolik : Diabetes, dislipidemia : pasca cidera kepala, pendidikan rendah, depresi. Dan yang tidak bisa dimodifikasi yaitu usia lanjut dan genetik yaitu memiliki keluarga yang mengalami Demensia Alzheimer.

“Penting juga untuk menyadari Demensia Alzheimer bersifat kronis progresif, semakin bertambahnya kerusakan otak seiring bertambahnya usia. Deteksi dini sangat penting sehingga kerusakan otak dapat diperlambat, ” urai  dr. Astuti.

 

 

Merawat Kenangan Indah Bersama E – Memory Screening

Dokter Spesialis Saraf, dr. Pukovisa Prawiroharjo, Sp. S (K) mengatakan  kenangan indah setiap manusia merupakan aspek yang tak ternilai, sehingga perlu dirawat dan dilestarikan selama mungkin, agar keharmonisan diri, keluarga dan masyarakat terpelihara baik.

Agar masyarakat yang mengalami gejala ringan gangguan kognitif tidak mengarah ke demensia, kami berinovasi dengan mengembangkan aplikasi E-MS (E-Memory Screening) yang diharapkan menjadi tes massal kepada setiap orang.

Aplikasi diluncurkan pada tanggal 20 September 2020 dapat diunduh di Playstore dan Appstore. “Apabila dari skor E – MS menunjukkan mengarah ke abnormal, maka aplikasi menyediakan fitur direktori rujukan terpercaya kepada para pakar,” ujar dr.Pukosiva.

Medical Pharmacovigilance and Regulatory Director, Eisai Indonesia, dr. Edmond Maramis mengatakan sebagai bagian dari komitmen PTEI untuk mengedukasi masyarakat tentang Demensia Alzheimer, sejak tahun 1999 telah diproduksi obat untuk menghambat keparahan Demensia Alzheimer. Untuk menambah kenyamanan dan kepatuhan pasien, diperkenalkan tablet eves yang mudah larut dalam sedikit air. Serta untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pengobatan, tahun 2016 tersedia di BPJS Kesehatan,” tegasnya.

 

Fakta Tentang Pikun!

Pikun atau Demensia merupakan sindrom gangguan penurunan fungsi otak yang mempengaruhi fungsi kognitif, emosi dan perilaku aktifitas sehari-hari.

Trend penderita Demensia Alzheimer di Indonesia meningkat setiap tahunnya. Estimasi jumlah penderita penyakit Alzheimer di Indonesia pada tahun 2013 mencapai satu juta orang. Diperkirakan meningkat drastis 2 x lipat ditahun 2030 dan empat juta pada tahun 2050.

Demensia yang terbanyak diderita masyarakat adalah Demensia Alzheimer, berkisar 60 – 70 %.

Demensia Alzheimer seringkali tidak terdeteksi, padahal gejalanya dapat dialami sejak usia muda.

Deteksi dini membantu penderita dan keluarganya untuk dapat menghadapi dampak penurunan fungsi kognitif dan pengaruh psiko – sosial dengan lebih baik.
Selain untuk mengurangi percepatan kepikunan.

Untuk mengetahui secara komprehensif mengenai permasalahan, solusi, tips dan trik Alzheimer masyarakat dapat mengakses layanan aplikasi E – MS (E – Memory Screening) yang secara resmi diluncurkan pada tanggal 20 September 2020.