Anlene Dukung Penurunan Gaya Hidup Kurang Gerak

GoHappyLive.com, JAKARTA- Anlene, merek produk susu nutrisi dibawah naungan Fonterra Brands Indonesia mensupport Kemenkes RI mengampanyekan program 10.000 Langkah dan Ayo Indonesia Bergerak.
 
Rhesya Agustine , Marketing Manager Anlene, Fonterra Brands Indonesia mengatakan kegiatan edukasi ini merupakan kelanjutan komitmen antara Fonterra Brands Indonesia  dengan Kementerian Kesehatan RI, sesuai nota kesepakatan yang telah ditanda tangani bersama pada 2018 lalu.
“Kerjasama ini ditujukan untuk mencapai target nasional United Nations Sustainable Development Goal (SDG’s) serta  Global Action Plan on Physical Activity (GAPPA) dari World  Health Organization yaitu penurunan gaya hidup kurang gerak pada orang dewasa sebesar 15 % di tahun 2030,” ungkap Rhesa baru-baru di acara perayaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). ]
Setidaknya sejak April 2018 hingga sekarang  lebih dari 30 ribu orang yang terlibat dalam kampanye Ayo Indonesia Bergerak ini.
Anlene tentu tidak sendirian melainkan menggandeng banyak pihak agar  gerakan tersebut  menggema ke seluruh pelosok negeri.
“Animonya cukup baik. Dalam waktu dekat kita akan menggelar event dalam waktu dekat . Mungkin sekitar  Oktober di kota Medan. Targetnya 20 ribu orang bisa terlibat disini,” tutur Rhesa.
Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan sekitar 30 % lansia memiliki ketergantungan akibat cidera dan penyakit tertentu seperti jantung, stroke dan lainnya.Padahal lansia dapat tetap hidup produktif dan sehat, jika menjaga kesehatan sejak dini dengan bergerak aktif dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya.
Berangkat dari fakta tersebut, ditambahkan Rhesa, Anlene mendukung Kementrian Kesehatan RI dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk proaktif menginvestasikan kesehatannya mulai dari sekarang, agar terus hidup sehat dan bergerak aktif di hari tua.
Menurut Badan Pusat Statistik, lansia atau masyarakat dengan usia lebih dari 60 tahun, masih termasuk dalam kategori usia produktif (16-65 tahun). Meski demikian Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 22 % lansia di Indonesia mengalami disabilitas ringan dan 3,7 % mengalami disabilitas sedang, berat, dan tergantung total. Lebih lanjut Riskesdas 2018 menjabarkan ketergantungan lansia akibat penyakit tertentu, yaitu:
-Penyakit Jantung: 30,2 % lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 4,0 %  lansia mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.
– Penyakit Diabetes Mellitus: 30% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 4,2 % mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.
-Penyakit Stroke: 33,3 % lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 23,3 % mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.
-Penyakit Rematik: 28,4% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 2,6 % mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.
-Cedera: 29,7 % lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 4,9 % mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.
Rhesya menambahkan Anlene merupakan pionir yang secara konsisten menginspirasi masyarat Indonesia untuk menjalani hidup aktif dan sehat hingga usia lanjut sejak 1999, melalui edukasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tulang, sendi, dan otot.
Pada  HLUN ini, Anlene juga mendukung senam massal dan penyediaann Move Check untuk pemeriksaan kesehatan dan kepadatan tulang serta body age.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *