RS Kanker Dharmais Meluncurkan Penggunaan Metode Terbaru Pencegahan Kanker Serviks

GoHappyLive.com, JAKARTA- Tingginya angka wanita penderita dan meninggal dunia akibat kanker serviks di Indonesia, WHO merekomendasikan tes HPV DNA diatas skrining dengan IVA dan papsmear minimal dilakukan setahun sekali.
 
Setiap tahun sekitar 14.000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks dan lebih dari 7.000 perempuan meninggal akibat kanker serviks di Indonesia.
Berarti dalam setiap 1 jam terdapat 1 orang wanita di Indonesia yang
meninggal akibat kanker serviks.
Semua wanita yang sudah berhubungan seksual memiliki resiko terkena kanker serviks, tapi
setiap wanita tersebut juga dapat mencegahnya dengan melakukan skrining kanker serviks.
RS Kanker Dharmais mendukung program Pemerintah dalam mencegah resiko terjadinya
kanker serviks, menurunkan angka insiden akibat kanker serviks dengan mencanangkan
penggunaan metode terbaru skrining kanker seviks.
Dengan metode terbaru skrining HybridCapture
® 2 DNA HPV ini maka dapat mendeteksi adanya DNA Human Papiloma Virus yang merupakan penyebab kanker serviks bahkan sebelum terjadinya kanker.
Dengan demikian akan menurunkan angka kejadian kanker serviks dan menurunkan biaya pengobatan.
Tes HPV DNA telah terbukti dapat menurunkan angka insiden
kanker serviks secara signifikan dibandingkan IVA dan Papsmear
Selain itu, metode HPV DNA HC2 yang memiliki akurasi sangat tinggi sampai 96% ini ternyata biayanya jauh lebih ekonomis dalam penggunaan per lima tahun dibandingkan metode lama
papsmear yang akurasinya hanya 60% – 80%.
Dalam peluncuran ini RS Kanker Dharmais bekerja sama dengan PT.UBC Medical Indonesia melakukan 250 tes HPV DNA secara gratis.
Direktur Utama RS Kanker Dharmais, Prof. dr. H. Abdul Kadir,PhD,Sp THT – KL (K),MARS
menyatakan agar wanita usia 30 th – 50 th melakukan skrining kanker serviks secara berkala agar terhindar dari kanker serviks.
Jika menggunakan metode HPV DNA HC2 cukup setiap 5 tahun sekali, sedangkan dengan  papsmears harus setiap tahun.
Pernyataan ini didukung oleh Direktorat Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesa karena merupakan bagian dari program Pencegahan kanker serviks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *